Yuk, Belajar Qur’an dan Ulumul Qur’an!

0 167

Kiblatmuslimah.com — Setelah memiliki fondasi ilmu tentang iman untuk bekal perjalanan hidup berjuang di jalan Allah, selanjutnya adalah mengilmui Qur’an.

Belajar memahami Qur’an maksudnya adalah memahami kandungan isi ayat-ayatnya, baik menyangkut akidah, tauhid, hukum, muamalah, kisah-kisah maupun hal lainnya.

Ulumul Qur’an (ilmu tentang Al-Qur’an) adalah semua hal tentang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Berasal dari Al-Qur’an sendiri maupun dari luar.

Ilmu Al-Qur’an adalah ilmu yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Seperti ilmu qiraat (bacaan Al-Qur’an) dan ilmu tajwid. Begitu juga ilmu yang berkaitan dengan penulisan Al-Qur’an (rasm) dan yang terkait dengan mukjizat Al-Qur’an, nasikh dan mansukh ataupun ilmu yang lain (Nuruddin Itr, Ulumul Qur’an).

Secara garis besar, Ulumul Qur’an dapat dibagi menjadi lima cabang, yaitu:

  1. Ilmu-ilmu yang terkait turunnya Al-Qur’an, seperti pembahasan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat-ayat Al-Qur’an) dan amkinah nuzul (ilmu tentang tempat suatu ayat diturunkan).
  2. Ilmu-ilmu yang terkait bacaan Al-Qur’an, misalnya tentang tajwid.
  3. Ilmu-ilmu yang terkait kodifikasi Al-Qur’an yang mencakup pengumpulan Al-Qur’an, urutan ayat dan surat, jumlah ayat dan surat, dan ilmu rasam mushaf.
  4. Ilmu-ilmu tafsir dan takwil Al-Qur’an.
  5. Ilmu-ilmu yang terkait dengan kekhasan dan kemukjizatan Al-Qur’an.

 

Dalam proses berinteraksi dengan Al-Qur’an, apakah membaca, menghafal, menulis, memahami, menafsirkan dan mengamalkan; seseorang membutuhkan satu cabang atau lebih dari Ulumul Qur’an agar tidak salah?

Misalnya, membaca Al-Qur’an dengan benar membutuhkan pengetahuan tentang ilmu tajwid. Dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik, selain membaca terjemah dan buku tafsir, dibutuhkan pengetahuan atas sebab-sebab turunnya ayat (Asbab an-Nuzul), kaidah-kaidah tafsir dan lainnya. Semua ini menjadi rambu-rambu agar seseorang lebih hati-hati dan tidak seenaknya atau ceroboh dalam berinteraksi dengan firman Allah. (Abdul Jalil, Ulumul Quran sebagai Dasar Berinteraksi dengan Alquran)

Syaikh Sa’id Hawwa dalam Jundullah Tsaqafatan wa Akhlaqan menyampaikan bahwa memahami Kitabullah dapat tercapai bila kita mempelajari:

  • Bahasa Arab
  • As-Sunnah
  • Sirah Nabawiyah
  • Ulumul Qur’an

 

Haruskah belajar sedetail itu tentang Qur’an?

Tak perlu risau, semua level umat Islam dari berbagai kalangan dapat berinteraksi dan mempelajari Al-Qur’an. Dari mulai belajar cara membaca dengan benar, sampai mengkaji tentang berbagai cabang Ulumul Qur’an yang rinci. Tentunya, sesuai keahlian dan kemampuan masing-masing. Pun, dengan merujuk pada ahli ilmu serta kepada ulama yang memiliki kompetensi pada bidangnya.

Yang jelas, stay connected terus dengan kalamullah! Kitabullah adalah layaknya surat cinta yang kita baca berulang-ulang dengan mesra. Berinteraksilah dengan ayat-ayat tersebut penuh cinta!

 

Viyanti Kastubi

@vikastubi

Leave A Reply

Your email address will not be published.