Wanita, Inilah Fitrahmu

0 265

Kiblatmuslimah.com – Fitrah wanita yang dimaksud adalah tabiat asli yang diberikan Allah dalam dirinya sendiri. Berikut adalah fitrah wanita yang harus dimainkan, di antaranya:

  1. Fitrah dipimpin
  2. Fitrahnya tinggal di rumah
  3. Mengandung (jika ditakdirkan)
  4. Melahirkan (jika ditakdirkan)
  5. Menyusui (jika ditakdirkan)
  6. Fitrah mendidik

 

Poin yang pertama yaitu dipimpin. Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 34, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Sebab itu, wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah dan pisahkanlah di tempat tidur, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah  mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa hak kepemimpinan ada pada laki-laki atau suami. Kalau rumah tangga itu dibangun, secara otomatis suami berperan sebagai pemimpin dan istri makmumnya.

Pembagian peran ini sudah disesuaikan dengan fitrah diciptakannya manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Laki-laki tidak lebih mulia dari  perempuan dengan beberapa tugas dan kewajiban yang harus dipikulnya. Demikian sebaliknya. Peran apapun yang dipikul oleh seorang laki-laki maupun wanita sama saja di hadapan Allah. Sebab yang menjadi mulia di sisi Allah adalah takwa.

Poin kedua, fitrah wanita yaitu ada di rumah. Allah berfirman dalam Qs. Al-Ahzab: 33,

 

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, janganlah berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait; dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Maka semua aktivitas yang dilakukan perempuan mestinya harus lebih banyak di rumah daripada di luar. Namun, satu hal yang harus diingat adalah menetap di rumah itu bukan tanpa tugas. Lanjutan dari ayat, “wa qarna fī buyụtikunnaadalah  “wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi’nallāha wa rasụlah.

Ayat ini menjelaskan pada kita untuk bisa fokus membina diri secara ruhiyah, menata hati dengan mendekat kepada Allah dengan ibadah serta taat kepada Allah dan rasul-Nya.

Di samping memperkaya hati dengan iman dan ibadah, ayat ini berisi tugas wanita di rumah adalah belajar. Berarti setiap rumah tangga muslim harusnya ada ta’lim, suami mengajari istri tentang ayat-ayat Allah. Selanjutnya istri mendalaminya dengan mengingat, menghafal dan terus mentadaburi ayat-ayat yang dibacakan oleh suami. Jika suami tidak mampu, maka dia punya kewajiban mencarikan guru yang bisa mengajari istrinya.

Allah memberi tugas bukan tanpa maksud. Hal yang disiapkan oleh kaum wanita di dalam rumah, erat kaitannya dengan peran muslimah berikutnya. Sekarang wanita di dalam rumah langka, masing-masing berlomba-lomba untuk beraktivitas di luar. Padahal ini propaganda musuh-musuh Allah agar kaum wanita jauh dari ajaran agamanya dan tidak bisa menjalankan peran dengan baik. Akibatnya, generasi muslim di masa depan sangat mudah untuk dikalahkan oleh musuh Allah.

Poin ketiga sampai keempat, fitrah wanita yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Allah berfirman dalam Qs. Al-Baqarah: 223, Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai; Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya; Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

Kata ladang dalam ayat ini menjelaskan bahwa dalam tubuh wanita ada rahim. Wanita harus siap didatangi suami untuk menanam benih dalam rahimnya, pada akhirnya akan melahirkan seorang anak kemudian menyusuinya. Allah berfiman dalam Qs. Lukman: 14, Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” Ayat ini menjelaskan peran wanita tidak terlepas dari tiga poin ini yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui.

Poin terakhir, fitrah wanita yaitu mendidik. Wanita memiliki peran penting karena ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan anak dimulai sejak berada di dalam kandungan.

Semua fitrah kewanitaan harus dijaga agar bermanfaat bagi diri sendiri dan Islam. Wanita ibarat tiang negara, kalau dia lemah niscaya seluruh sendi akan runtuh tersebab perannya gagal.

 

Sumber: Ustadzah Siswati. 2020. Wanita, Inilah Fitrahmu. Solo: Kiblatmuslimah.com. Resume kajian Sekolah Pra-Nikah Kiblat Muslimah “Bersiap Menjadi Istri Idaman”.

 

-Peni Nh

                                                                                                                                                                  

Leave A Reply

Your email address will not be published.