Ummu Haram binti Milhan Radhiyallahu ‘anha (Syahiidatul Bahr)

0 370

Kiblatmuslimah.com – Di tengah kejahiliyahan dan kebobrokan masa itu menjadikan setiap diri mendambakan pelampung yang dapat menyelamatkan mereka dari badai gelombang menuju kehidupan yang membuat hati mereka nyaman.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah (9): 100)

Dia adalah seorang wanita Anshar yang bersegera menerima Islam dan menyatakan diri sebagai pemeluknya secara terbuka sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Ummu Haram adalah saudari kandung dari Al-Ghumaisha’ yang lebih dikenal dengan Ummu Sulaim, yang mas kawinnya dua kalimat syahadat. Semoga Allah meridhai keduanya. Ummu Haram hidup di periode awal Islam, di tengah orang-orang yang paling mulia setelah para nabi dan rasul, yakni kalangan shahabat-shahabat Rasulullah baik itu laki-laki maupun perempuan yang telah menunjukkan semua nilai kebaikan.

Dia menikah dengan laki-laki yang setara dengan 1000 tentara. Siapakah shahabat mulia itu? ‘Ubadah bin Ash-Shamith radhiyallahu ‘anhu. Saat kaum muslimin hendak menaklukkan Mesir, ‘Amr bin Al-‘Ash sebagai pemimpin perang mengirimkan surat kepada Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu untuk meminta dikirimkan pasukan bantuan. Umar mengabulkan permintaannya, Umar mengirimkan pasukan bantuan sebanyak 4.000 tentara.

Dalam surat jawabannya, Umar berkata, “Sesungguhnya aku telah mengirim pasukan bantuan kepadamu sebanyak 4.000 tentara; maksudnya setiap orang yang aku kirim setara 1.000 tentara”. ‘Ubadah adalah salah satu dari 4 orang yang dikirim Umar. Masya Allah. Allahu Akbar.

Keistimewaan-keistimewaan yang mengalirkan berkah dan menunjukkan kemuliaan. Shohabiyah ini hafal dan menguasai hadits Rasulullah dengan baik bahkan beliau juga meriwayatkan hadits. Satu di antaranya diriwayatkan dalam Kitab Ash-Shahihain yang berarti diriwayatkan bersama oleh Bukhari dan Muslim (muttafaq ‘alaih). Kedermawanan dan mengutamakan kepentingan orang lain adalah sifat paling menonjol yang dimiliki oleh orang-orang Anshar. Mereka selalu mengedepankan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri, terutama kepada shohabat-shohabat Rasulullah dari golongan Muhajirin.

Jauh di lubuk hatinya, Ummu Haram memendam hasrat yang sangat besar agar dapat berjuang dan membela agama Islam. Ia sangat ingin meraih syahaadah (mati syahid) di jalan Allah ‘azza wa jalla. Berita bahagia itu pun hadir dari lisan manusia terbaik di dunia, Rasulullah menyampaikan pada Ummu Haram bahwa ia akan menjadi seorang syahiidatul bahr (wanita yang syahid di laut).

Allah berkehendak ajal menjemputnya di pulau Cyprus dan dikuburkan di sana. Inilah dia, seorang wanita yang dijamin surga dan telah menorehkan tinta cahaya di atas lembaran-lembaran sejarah. Semoga Allah meridhainya serta menjadikan surga Firdaus sebagai tempat persinggahan terakhirnya.

Ref: Mahmud Al-Mishri. 2013. 35 Sirah Shahabiyah. Jilid 2. Cetakan ke-8. Jakarta Timur: Al-I’tishom.

(Hunafa’ Ballagho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.