Terpercayakah testimoni dalam Pengobatan?

0 150

Kiblatmuslimah.com – Sebagaimana yang sering kita lihat, banyak di antara produk kesehatan yang menampilkan testimoni sebagai bentuk promosi untuk memasarkan produk ke masyarakat. Diharapkan dengan testimoni, masyarakat akan tertarik membeli atau mencoba produk kesehatan tersebut. Namun jika kita telisik lebih jauh, apakah testimoni baik berlaku untuk semua manusia? Cukupkah testimoni menjadi indikator baik atau cocoknya obat bagi seseorang?

 

Menukil tulisan dokter Raehanul Bahrain, M.Sc, Sp. PK bahwa testimoni bersifat subyektif. Pasien bisa jadi hanya merasa lebih baik, padahal belum sembuh dari penyakitnya. Perlu memastikan lebih lanjut, apakah penyakit tersebut benar-benar sembuh ataukah hanya tidak terasa atau hilang sementara. Kedua, pengobatan berdasarkan testimoni ini seperti fenomena gunung es. Bisa jadi, yang berhasil saja yang ditampilkan. Sementara yang gagal atau merugikan pasien, tidak dimunculkan.

 

Walaupun kita tidak menafikan bahwa pengobatan berdasarkan testimoni ada yang berhasil juga. Namun sebagai bentuk keabsahan suatu obat atau pengobatan, perlu adanya uji klinis ataupun uji laboratorium. Bukan berdasarkan klaim-klaim semata.

 

Kuncinya adalah pengobatan yang berhasil dan menggunakan metode yang baik, akan dan dipakai terus serta akan terus bergulir di masyarakat. Sedangkan pengobatan berdasarkan testimoni akan tetapi tidak valid, akan hilang dengan sendirinya. Jadi kita tinggal menunggu waktu saja dan lihat hasilnya.

 

Sebagai tambahan, perlu berhati-hati dalam pengobatan terhadap diri kita ataupun keluarga. Jika sakit, cukupkan diri dengan pengetahuan tentang penyakit tersebut. Jika ragu, boleh melakukan diagnosa banding dengan mendatangi dokter atau tenaga kesehatan lain.

 

Penulis : Nur Fadhilah, Amd

Sumber :

Pengobatan Berdasarkan Testimoni

Leave A Reply

Your email address will not be published.