Tabligh Akbar Menjaga Spirit 212

0 79

Kiblatmuslimah.com – Semarang, Ahad (19/03) pukul 08.00-12.00 diadakan tabligh akbar dengan tema Menyatukan Langkah Membela Islam dan Ulama oleh Forum Umat Islam Semarang. Bertempat di Masjid Mujahidin yang terletak di Jl. Patriot Raya, Semarang. Narasumber Ustadz Mu’inudinillah Basri (Ketua DSKS-Solo) dan Ustadz Alfian Tanjung (Pengamat Gerakan PKI-Jakarta). Moderator Ustadz Abdul Karim (Semarang). Alhamdulilah dihadiri oleh banyak jamaah.

Narasumber pertama adalah Ustadz Mu’inudinillah Basri yang menyampaikan materi tentang peran ulama dalam kemerdekaan. Beliau menyampaikan materi dengan penuh semangat hingga para jamaah menyimaknya dengan baik. Beliau menjelaskan, pada dasarnya para ulamalah yang menyusun proklamasi hingga Indonesia dapat merdeka seperti sekarang ini.

Ustadz Mu’inudinillah menguraikan bahwa Indonesia sejak berdiri adalah negara Tauhid. Karena Tauhid adalah sumber kekuatan para ulama, santri dan para pejuang dalam melawan penjajah. Para pejuang tersebut bertekad agar dapat mewujudkan kemerdekaan dan cita-cita Indonesia. Sehingga setelah kemerdekaan Indonesia, segala upaya yang dapat menjauhkan dari Tauhid harus dibersihkan. Sebab orang-orang yang memprovokasi rakyat Indonesia agar jauh dari Tauhid adalah para penghianat.

Peran umat Islam saat ini sangatlah dibutuhkan. Umat Islam diharapkan dapat berperan dalam membela negara, bukan penguasa. Karena penguasa dapat menyeleweng. Sedangkan membela negara yang berdasarkan UUD 1945 berlandaskan Al-Quran dan Sunnah lebih berhak dibela.

Berkat aksi 212, semangat umat Islam sudah berkobar dan tentu kita berharap spirit 212 dapat selalu dijaga. Ustadz Mu’inudinillah menyampaikan bahwa semangat 212 harus dapat memunculkan potensi kaum muslimin, agar kaum muslimin memiliki rasa kebanggaan terhadap Islam. Karena sesungguhnya Islam bukan agama ritual semata, melainkan sebuah peradaban menyeluruh dengan manhaj nubuwwah, undang-undang dan sistem sesuai syariat dari Allah. Kaum muslimin merupakan pewaris bumi ini dan juga kontributor.

Agar kaum muslimin dapat berkontribusi terhadap Islam yang rahmatan lil alamin, ada beberapa poin yang disampaikan ustadz Mu’inudinillah. Di antaranya:

  1. Mereka merindukan pemimpin yang berasal dari para ulama
  2. Aksi 212 sebagai bentuk membela Al-Quran sebab kaum muslimin pewaris Al-Quran
  3. Desain umat semuanya menjadi pendidik yang mendidik dengan didikan Allah, Al-Quran dan Sunnah serta mendidik anak-anak agar siap menjadi Mujahid
  4. Pahamkan bahwa Umat Islam harus menjaga dinul Islam dan menjaga alam semesta dengan dinul Islam
  5. Menegakkan Tauhid dengan persatuan
  6. Membangun peradaban dengan ilmu, teknologi, akhlak, ibadah dan amal Sholih
  7. Menjadi orang terbaik di tengah masyarakat
  8. Komunitas 212 hendaklah berusaha untuk menjadi khoiru ummah dengan iman kepada Allah dan amar ma’ruf nahi munkar
  9. Berukhuwah, penegakan iman dengan persatuan dan bersatu berdasarkan iman
  10. Perjelas loyalitas sebagai kunci kebangkitan

Untuk itu ummat Islam harus bisa bersatu pada kebenaran dengan keimanan. Dengan persatuan berlandaskan Islam, Islam dapat terealisasi dalam segala aspek kehidupan.

Narasumber kedua adalah Ustadz Alfian Tanjung dengan materi mewaspadai kebangkitan PKI

Ustadz Alfian Tanjung memaparkan bagaimana sepak terjang PKI selama ini. Beliau mengatakan bahwa hingga saat ini bibit-bibit PKI masih tumbuh subur di Indonesia. Dengan munculnya buku-buku yang membahas tentang PKI, salah satunya dengan judul “Aku Bangga Jadi Anak PKI”. Hal ini menjadi bukti bahwa PKI sebenarnya belum mati. Mereka terus bergerak dan berkembang tanpa diketahui publik. Bahkan di antara keturunan PKI sekarang sudah masuk ke dalam sistem pemerintahan di Indonesia, mereka selalu mencari jalan untuk bisa bangkit dengan cara menjadi anggota parlemen.

Peni NH

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.