STUNTING, Penyebabnya Orang Tua

0 150

Kiblatmuslimah.com – Terlalu menohokkah judul di atas, Bunda? Lima tahun yang lalu, tema kesehatan Indonesia yang digaung-gaungkan yaitu tentang pencapaian MDGs (Medical Development Goals). Berbeda dengan sekarang, pemerintah Indonesia sangat perhatian dengan stunting.

 

Stunting di Indonesia jumlahnya sangat besar dan sebagian besar karena ketidaktahuan masyarakat tentang masalah ini. Bila dikatakan penyakit, ini bukan. Maka dari itu, orang tua banyak yang belum sadar apabila anaknya mengalami stunting. Sejatinya stunting termasuk masalah pertumbuhan.

 

Mari kita pelajari definisi stunting terlebih dahulu. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

 

Dari definisinya, sudah jelas bahwa stunting dimulai pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kehidupan seorang bayi dimulai sejak awal mula kehamilan. Bahkan ada pula yang menyebutkan kondisi seorang ibu yang sehat ataupun tidak, juga ikut berpengaruh atas terjadinya stunting.

 

Bila sampai orang tua tidak tahu ilmu tentang tumbuh kembang bayi kemudian anaknya mengalami stunting maka tanggung jawab besar ada di pundaknya. Pencegahan stunting dimulai saat seorang wanita akan menjadi ibu. Maka pastikan calon ibu dalam keadaan sehat, tidak kurus atau kekurangan gizi atau biasa di sebut KEK. Benahi dulu calon ibunya agar lebih siap dalam mengemban tugas mulia yaitu mengandung janin. Dari tubuh ibu yang sehat maka suplai gizi yang mencukupi janin akan baik.

 

Apabila urusan calon ibu sudah beres baik jasmani dan mentalnya, selanjutnya adalah kecukupan gizi selama hamil. Ini juga menjadi peranan penting dalam pencegahan stunting karena 1.000 HPK dimulai sejak terjadinya bakal janin. Kemudian kecukupan gizi dari bayi 0 bulan sampai 2 tahun harus diperhatikan.

 

Bila kita amati perihal stunting maka garis besar yang harus dibawahi adalah kecukupan pemenuhan gizi dari bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Memang, dalam perjalanan mencukupi kebutuhan gizi seorang anak tak semudah membalikkan telapak tangan walau banyak pula yang mendapat kemudahan. Semua akan terasa mudah bila kita niatkan karena Allah dan tak lupa ilmu sebelum amal. Maka perbanyak ilmu tentang tumbuh kembang anak agar tak salah langkah.

 

-fauz-

Leave A Reply

Your email address will not be published.