“Spiderman” dan Rumah Rapuhnya

0 180

Kiblatmuslimah.com – “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, jika mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 41)

Kelemahan rumah laba-laba bukan pada unsur atau struktur bangunannya. Kelemahannya terdapat pada esensi kehidupan rumah tangga yang sangat rapuh.

Amatilah dengan teliti, dalam satu sarang hanya ada satu laba-laba, yaitu laba-laba betina. Menurut pakar bahasa Arab, kata al-ankabut tergolong mudzakkar. Namun, Allah menginformasikan bahwa yang membangun sarang adalah laba-laba betina, “Ittakhadzat baitan.”

Jika terlihat dua laba-laba dalam satu sarang, maka salah satunya adalah jantan. Si jantan mendekati sarang untuk melampiaskan hajat biologis dengan betina. Bila hajatnya tertunaikan, ia harus segera pergi menjauh dari sarang. Jika tidak, si betina menjadi buas lalu menerkam dan memangsanya. Bila laba-laba betina bertelur dan menetaskan telur-telurnya, anak laba-laba harus segera pergi meninggalkan sarang secepatnya, sebab ia juga akan diterkam dan dimangsa oleh induknya sendiri.

Laba-laba betina yang membangun rumah dan tidak butuh pejantan setelah dibuahi. Laba-laba jantan lari setelah membuahi, karena takut betina memakannya. Anak laba-laba akan memakan induknya setelah mereka dewasa.

Singkatnya, kehidupan rumah tangga yang semisal laba-laba adalah kacau balau, meskipun struktur dan bangunan rumah terlihat elit, kuat, megah dan besar. Tiada ketenangan, ketentraman, kedamaian dan kerukunan dalam kekeluargaan. Hanya ada perselisihan, pertengkaran dan perang sesama anggota keluarga. Suami dan istri bertengkar, bercerai hingga terkadang berujung pada tewasnya salah satu dari mereka.

Begitu sering terdengar dan terlihat di stasiun TV seorang suami menyiksa istrinya, membakar, menggorok lehernya bahkan memutilasinya. Sebaliknya istri yang memaki-maki suaminya, meracuninya, bahkan membunuhnya. Sisi yang lain, anak-anak tidak mau taat terhadap orang tua, sukanya mabuk-mabukan, hambur-hambur uang, hidup glamour, pergaulan bebas, menghamili anak orang atau malah hamil di luar nikah, merasa lebih betah di luar rumah hingga terjerat narkoba dan mati mengenaskan.

Semua ini dan contoh-contoh semisalnya menggambarkan kehidupan rumah tangga yang rapuh sama dengan kehidupan rumah tangga laba-laba. Pertahanan rumah laba-laba akan bobol bila angin bertiup kencang, atau ada tangan-tangan manusia yang mengusik dan merusaknya.

Begitulah kehidupan seseorang yang dibangun tidak di atas iman dan Islam, sangatlah rapuh. Pertahanannya akan bobol cepat atau lambat seiring besarnya angin fitnah bertiup, dan dekatnya ia kepada manusia-manusia yang jauh dari Allah.

Lantas, masihkah benak kita terbuai fantasi Spiderman, yang difigurkan sebagai sosok pahlawan hebat nan kuat? Jika khayalan tentang Spiderman itu benar-benar ada, tentu ia tak laik memakai jubah kepahlawanan, karena ketidakmampuannya membangun “rumah yang tangguh” bagi keluarganya.

 

Wallaahu a’lam. Allaahummarhamna bil Qur’an…

 

Tulisan ini terinspirasi dari kajian Tadabbur Qur’an oleh Ust. Herfi Ghulam Faizi, Lc (Direktur Akademi Qur’an Depok)

[laninalathifa]

Leave A Reply

Your email address will not be published.