Sifat Buruk Anak

0 180

Kiblatmuslimah.com –  Ada anak yang suka mengangkat suara di hadapan orang tua. Seperti ketika orang tuanya memanggilnya, ia menjawab dengan lebih keras. Di sini bukan menyinggung orang yang memang suara aslinya keras, tetapi orang yang “sengaja” mengeraskan atau mengangkat suaranya.

Adapun mengangkat suara di antara temannya, ini tidak masalah. Namun, yang menjadi masalah adalah jika dia mengangkat suara di hadapan orang yang lebih tua. Allah Ta’ala berfirman,

وَٱغۡضُضۡ مِن صَوۡتِكَۚ إِنَّ أَنكَرَ ٱلۡأَصۡوَٰتِ لَصَوۡتُ ٱلۡحَمِيرِ

“Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19)

Perlakukan manusia sebagaimana engkau ingin atau suka diperlakukan seperti itu. Didiklah anak dengan akhlak yang baik. Terutama yang masih dalam usia dini, karena mereka belajar dari orang tuanya.

Jangan mendidik anak dengan pukulan, terutama anak-anak di bawah umur 11 tahun.  Perbuatan ini bukan bagian dari sunnah. Perlu diketahui bahwasanya masih ada banyak cara mendidik selain dengan pukulan. Misal, dengan melarangnya main ini-itu, atau membatasinya dari permainan dan makanan yang dia sukai secara berlebihan.

Bahkan jika engkau sangat marah pada anakmu atau pasanganmu, usahakanlah untuk tetap merendahkan suara. Jika kau marah di ruang satu misalnya, usahakan jangan sampai orang yang di ruang dua mendengarnya. Begitu pula jangan sampai tetanggamu mendengar suaramu.

Seorang ibu yang suka mengangkat suara atau mengeraskan suaranya, bisa saja diikuti oleh anaknya. Anak bisa saja mewarisi hal itu dari orang tuanya dan orang sekitarnya. Jangan sampai kita mewariskan sifat buruk itu pada anak kita. Ditakutkan dia akan mewariskannya juga pada anaknya kelak.

Ada anak yang suka berlebihan, rakus, atau tamak dalam makanan. Dia mengambil dan makan dalam jumlah yang sangat banyak. Ingatkan mereka tentang ayat ini, Allah Ta’ala berfirman,

وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

“Makanlah dan minumlah kalian, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ada pula anak yang sombong. Nasihatkan pada mereka, barang siapa yang mendapati dalam dirinya kesombongan, seperti  merasa lebih baik dan lebih cantik dari saudaranya, segera ingatlah dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Luqman.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا  ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan langkah angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Dalam mendidik anak, hendaknya kita melakukannya dengan lafadz-lafadz Al-Qur’an dan ketawadhuan. Ingatkan padanya dengan ayat tersebut, agar mereka menjadi anak yang tawadhu dan tidak sombong.

 

Wallahu a’lam

 

Sumber:

حلقة الأحد تاج الوقار مع الأستاذة عافية الفيفي.بعنوان: كيف نربي أولادنا باالقران. التاريح ٣٠/٥/٢٠٢١

.

Leave A Reply

Your email address will not be published.