Si Singamangaraja XII dan Tanah Batak

Si Singamangaraja XII dan Tanah Batak

0 203

Kiblatmuslimah.com – Sejarah penjajahan di Indonesia tidak pernah padam. Di mana ada penjajahan, di situ pula ada perlawanan dari umat Islam. Pasca berakhirnya perang Padri, rupanya Belanda belum puas menjarah kekayaan di Nusantara.

 

Belanda terus melanjutkan program penjajahan dan kristenisasi di tanah Batak. Batak merupakan nama kawasan sekaligus nama suku. Suku Batak berada di Sumatra Utara. Ada beberapa kelompok Batak, misalnya Batak Toba, Batak Karo, Batak Simangulun, Batak Mandailing, dan Batak Pakpak.

 

Basis masyarakat Batak sebenarnya berada di daerah-daerah komplek perkampungan yang disebut Huta. Huta adalah bentuk kesatuan ikatan-ikatan kampung yang dalam berbagai aspek kehidupan berdiri sendiri-sendiri. Setiap kesatuan Huta didiami oleh satu ikatan kekerabatan yang disebut Marga.

 

Dalam strukturnya, di atas Huta atau gabungan dari beberapa Huta terbentuk Horja. Gabungan dari beberapa Horja terbentuk Bius. Kesatuan dari beberapa Bius itu terbentuk satu wilayah kerajaan. Kerajaan masyarakat Batak dipimpin oleh Raja Si Singamangaraja. Pusat pemerintahannya di Bakkara.

 

Si Singamangaraja XII merupakan seorang Muslim. Namun anehnya, dalam Sejarah Indonesia ditulis Si Singamangaraja XII penganut agama Perpegu. Perpegu semacam agama animisme yang memuja roh nenek moyang. Rupanya ada upaya deislamisasi dalam penulisan sejarah.

 

Pada realitas sejarah, Si Singamangaraja XII adalah seorang muslim yang taat kepada ajaran Rasulullah SAW (Ahmad Manshur Suryanegara, Api Sejarah, Hal 237). Majalah atau koran Belanda yang memberitakan agama yang dianut oleh Si Singamangaraja, antara lain:

“Volgens berichten van de bevolking moet de togen, woordige titularis een 5 tak jaren geleden tot den islam jizn bekeerd, doch hij werd geen fanatiek islamiet en oefende geen druk op jizn ongeving uit zich te bekeeren.” Menurut kabar-kabar dari penduduk, raja yang sekarang (maksud Titularis adalah Si Singamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu memeluk agama Islam yang fanatik. Namun dia (Raja Si Singamangaraja XII) tidak memaksa supaya orang-orang di sekitarnya menukar agamanya, menjadi Islam.

 

Berita di atas memberikan data bahwa Si Singamangaraja XII beragama Islam. Selain itu, ditambahkan pula tentang rakyat yang tidak beragama Islam. Sang raja tidak mengadakan paksaan atau penekanan lainnya. Hal ini sekaligus memberikan gambaran pula tentang penguasaan Si Singamangaraja XII terhadap ajaran agama itu sendiri.

Peresume: Pramudyazeen

Sumber: Anwar. Jihad Si Singamangaraja XII dan Tanah Batak. Majalah Annajah hal 29-30.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.