“Sesungguhnya Agama di Sisi Allah ialah Islam.” (T.Q.S. Ali ‘Imran: 19)

0 164

Kiblatmuslimah.com – Cuaca malam itu sangat gerah. Pertanda mendung, seperti hendak turun hujan. Mungkin langit ikut bergetar haru menahan tangis. Mungkin tangis kebahagiaan. Karena malam itu, ada kisah tentang taqwa di hati manusia.

Kisah ini terjadi pada Ramadhan tahun lalu. 24 Ramadhan 1437 H, bertepatan dengan 29/06/2016.

Hari itu juga saya saksikan bahwa hidayah memang datang untuk orang-orang pilihan.  Betapa sulitnya hidayah itu dicari. Di luar sana, tidak sedikit orang yang demi menemukannya mereka lakukan penelitian panjang, riset bertahun-tahun, perjalanan nan jauh, hingga membaca banyak kitab sampai akhirnya cahaya Islam itu datang di hati mereka.

Pak Bambang namanya. Entah lewat jalan mana dia menempuh hidayah. Dengan sedikit terbata-bata dua kalimat syahadat teruntai dari dua bibirnya. Dibimbing oleh salah satu ta’mir masjid dan disaksikan oleh jama’ah masjid At-Taufiq. Allahu Akbar.

“Islamlah! Maka kamu akan selamat.” Itulah janji Allah. Dengan keislamannya maka terjagalah harta dan nyawa seseorang itu.

Lalu adakah alasan untuk kita melepas hidayah Islam dengan mudahnya? Yang bahkan kita dapatkan sejak kita lahir.

Di luar sana pun, tak sedikit orang yang rela keluar dari kebenaran hanya demi memperjuangkan sebungkus mie instan. Mudah sekali kita mengucapkan kalimat syahadat memang. Tapi konsekuensi dua kalimat itu berat. Bahkan ia meminta segalanya dari kita hingga nyawa sekalipun. Tapi bukankah surga itu janji yang nyata? Tidak cukupkah dengan mendengarnya saja menjadikan kita yakin untuk mengerahkan seluruh kemampuan? Menempuh jalan ke sana meski letih dan tertatih. Walau payah dan tidak mudah.

Allah yang menciptakan hati dan memberinya iman. Marilah kita jaga keimanan itu agar tetap di atas segala-galanya. Jadikan Allah selalu yang pertama!

Mita J.S.

Leave A Reply

Your email address will not be published.