Sering Mengeluh, Memperburuk Keadaan

0 78

Kiblat musliahcom – Allah telah menerangkan di dalam Al-Qur’an bahwa sesungguhnya manusia mempunyai sifat suka berkeluh kesah. Sebagaimana Firman Allah di dalam QS. Al-Ma’arij ayat 19-20.

إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al-Ma’arij: 19).

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah.” (Qs. Al-Ma’arij: 20).

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (Qs. Al-Ma’arij: 20).

Tiga ayat ini sangat jelas sekali menerangkan bahwa manusia memang memiliki sifat suka mengeluh ketika tertimpa kesusahan. Sebaliknya jika mendapat kebaikan, dia selalu kikir karena menganggap bahwa segalanya itu semata-mata berkat usahanya sendiri.

Mengeluh adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh manusia. Sebagai seorang manusia yang hidup, mengeluh adalah cara mengekspresikan ketidakpuasan terhadap sesuatu. Terkadang, mengeluh membuat kita sedikit merasa lega. Kita tidak dilarang untuk mengeluh, hanya saja harus memperhatikan waktu, tempat, dan siapa sajakah yang berhak mendengarkannya.

Jika kita menghadapi masalah, maka yang paling berhak mendapatkan keluhan kita adalah Allah Subhanahu wa Ta’alla. Allah yang telah memberikan masalah kepada kita. Tujuan Allah baik, memberikan masalah atau cobaan agar hamba-Nya selalu kembali. Keluhkanlah segala persoalan hidup kita kepada Allah. InsyaAllah semuanya akan ringan. Jika memang perlu orang untuk menyelesaikan masalah kita maka carilah orang terdekat, seperti suami atau teman yang kita yakini akan membantu selesaikan.

Jangan sampai menceritakan masalah atau bahkan menulis status di media sosial agar dibaca orang lain. Sama saja kita telah membeberkan aib untuk diperlihatkan kepada orang lain, sebab akan memperburuk keadaan.

Banyak dari pengguna media sosial seperti facebook dan twitter berkeluh kesah atas suatu hal di akun pribadinya. Ya memang, kita memiliki hak penuh untuk menggunakan dan memanfaatkan akun pribadi. Namun, tidakkah ingat dampak-dampak negatif yang dihasilkan jika terlalu sering? Bahkan menjadikan akun pribadi sebagai tempat mengeluh, hal ini tentu saja tidak hanya berdampak negatif terhadap diri sendiri tapi juga dirasakan oleh orang lain.

Akibat yang akan kita rasakan dari menjadikan akun pribadi sebagai tempat mengeluh adalah:

Memperburuk keadaan

Ya, mengeluh hanya akan memperburuk keadaan. Ketika suatu keadaan, tidak sesuai dengan harapan. Jalanan yang macet, hujan di pagi hari, atau hal lain yang membuat kita kadang merasa kecewa dan menceritakan di akun pribadi. Justru itu akan semakin memperburuk keadaan.

Ketauhilah saudaraku, ketika kita mengeluh ada energi negatif yang merasuk pada otak, dan saraf akan meresponnya sehingga perasaan akan menjadi semakin kacau. Ketika sudah merasakan badmood (perasaan tak nyaman, red), akan ada hal negatif lain yang terjadi pada diri kita.

Misalnya menjadi semakin malas, lebih emosional, atau bahkan bisa berbuat satu hal yang dilarang atau merugikan orang lain. Jika hal itu sudah terjadi, tentu akan memperburuk keadaan dari sebelumnya.

Orang yang suka mengeluh, terkesan seperti orang putus asa dan tidak mau bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Orang akan memandang kita sebagai pribadi yang buruk karena tidak bisa mengambil hikmah positif atas yang terjadi. Selain itu, orang juga akan merasa bosan jika kita selalu mengeluh kepada mereka.

Perlu diketahui bahwa persangkaan kita sebagaimana persangkaan Allah, dalam hadis telah disebutkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadis ini mengajarkan cara seorang muslim harus husnuzhan pada Allah dan memiliki sikap raja‘ (harap) pada-Nya

Sebagaimana telah disebutkan di dalam hadis di atas, persangkaan Allah seperti persangkaan hamba-Nya. Itu artinya jika kita sering mengeluh atas hal yang menimpa kita, maka itu yang akan terjadi.

Contohnya jika diberi cobaan kekurangan harta, hendaklah bersabar. Jangan sampai selalu mengeluh tidak punya uang. Padahal tidak mungkin Allah tidak memberikan jatah rezeki. Sebenarnya kita punya tetapi tidak mau bersyukur.

Jika selalu mengeluh kepada orang lain maka keadaan kita akan selalu dalam kesempitan, sesuai dengan persangkaannya. Sebaliknya jika kita bersikap positif dengan mengatakan, “Sekarang mungkin baru tak punya uang, semoga besok Allah akan memberikan yang lebih banyak dan berkah lagi.” Maka yang terjadi, insyaAllah sesuai yang kita katakan.

Maka dari itu, ingat jika mendapat masalah maka jangan sering mengeluh kepada semua orang. Tetapi keluhkanlah masalah hanya kepada Allah atau teman terdekat yang dipercaya, agar aib terjaga. Semoga kita terhindar dari sifat suka mengeluh dan Allah menjadikan kita sebagai hamba yang pandai bersyukur. Amin, Ya Rabbal ‘alamin.

Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.