Semua Ada Masanya

0 302

Kiblatmuslimah com – Dalam sehari, setiap orang memiliki jatah 24 jam yang sama, meski memiliki profesi dan kesibukan yang berbeda. Setiap menit yang berjalan dalam kehidupan Ibu Rumah Tangga tidak berbeda dengan para pekerja. Jumlah hari yang dilalui juga sama. Yang membedakan adalah aktifitas dan keberkahannya di hadapan Allah SWT.

Bagi para ibu  yang 24 jam berada di dalam rumahnya, sehari semalam rasanya masih saja kurang untuk menyelesaikan seluruh tugas regulernya. Sejak bangun pagi hingga terpejam pada malam harinya, urusan dapur-sumur-kasur menjadi porsi utama.

Membosankan? Ya. Terutama bagi mahmuda (mamah muda) dengan sekian anaknya yang masih kecil-kecil.

Jangan harap mempunyai rumah yang selalu rapi dan bebas dari ‘bau-bau’ asing, selama masih ada anak kecil di dalamnya. Sebentar-sebentar si kecil rewel, ngompol, menumpahkan sereal, mengobrak-abrik mainan yang semula tertata rapi, merupakan pemandangan yang biasa terjadi. Belum lagi suara tangis berebut mainan, makanan dan segala bentuk remeh temeh yang bagi anak-anak bisa memicu ‘perang dunia’.

Siapakah yang bertanggung jawab akan semua ini? Tentu saja, Ibu.

Tak heran bila terkadang ibu menjadi jenuh menghadapi semua itu. Capek rasanya setiap saat harus membereskan mainan. Sumpek rasanya mendengarkan teriakan meminta ibu membacakan cerita.

Tapi tidakkah ibu sadari, semua itu tidak akan berlangsung lama. Seiring anak-anak tumbuh besar, semua itu akan berlalu dari hidup kita.

Benar. Ketika anak-anak sudah mulai bertambah usia, mungkin suara jerit tangis berebut mainan, tidak lagi terdengar. Tidak akan ada makanan atau minuman yang berulangkali tercecer di lantai. Rumah kita akan sepi dan selalu rapi. Bahkan, satu demi satu akan berlalu dari hadapan kita demi mengejar mimpi dan ciita-citanya.

Nah, ketika itulah kita akan menyadari. Sesungguhnya orang tua hanya mempunyai sedikit waktu untuk mendampingi anak-anaknya. Bisa jadi suatu saat kita akan merindukan suara tangisan dan rumah yang berantakan.

Semua ada masanya….

Segala penat dan keruwetan suatu saat akan berlalu. Tinggalah kita mendulang pahala dari setiap amal dan keiklasan yang kita perbuat. Yuk, kita belajar menjadi ibu yang sabar dan terus belajar menjadi lebih berkualitas dari kemarin.

 

Penulis: Layla

Editor: Irlind

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.