Semua Ada Hikmahnya

0 111

Kiblatmuslimah.com – Pandemi covid-19 sedang menjadi permasalahan global umat manusia hari ini. Dikabarkan nyaris 1,7 juta nyawa manusia menjadi korban keganasan virus SARS-CoV-2. Semua lini kehidupan manusia terdampak pandemi, tidak sanggup merinci kerugian dan kesedihan yang terjadi. “Namun semua ada hikmahnya”, begitu seharusnya umat muslim berkata. Berikut akan dipaparkan beberapa hikmah yang terjadi selama pandemi.

 

Di lini pendidikan akan didapati peningkatan digitalisasi. Di sisi lain, diberikan kesempatan untuk mengembalikan rumah sebagai pusat pendidikan utama anak, bukan sekolah. Anak belajar di rumah dengan sistem daring, tidak cukup berjalan secara formalitas atau yang penting mengerjakan tugas. Orang tua harus bisa menjadi seorang pendidik yang lurus. Islam berbicara bahwa rumah adalah pusat pendidikan adab, akhlak, bahkan tsaqafah. Orang tua memiliki peran yang sentral dan strategis dalam membentuk generasi terbaik, menjadikan anak sebagai pejuang Islam yang lurus. Sudahkah keluarga kita mendapatkan hikmah ini?

 

Hikmah kedua pandemi adalah kesadaran pentingnya kesehatan. Pandemi banyak mengubah pola pikir dan hidup manusia, khususnya tentang nikmat sehat dan cara menjaganya. Dimulai dari kesadaran terhadap kebersihan diri seperti cuci tangan, menjaga wudhu, bahkan mandi. Juga kesadaran akan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

 

Pandemi juga berdampak positif dalam pengaturan pola makan, khususnya umat muslim. Syariat tegas membahasnya dengan kaidah halal dan thayyib. Disebutkan dalam suatu survey, terjadi tren makanan sehat dan mengolahnya sendiri di rumah. Lagi-lagi, begini seharusnya umat Islam dalam pola makannya. Tidak asal makan, tetapi memastikan setiap bahan dan proses masaknya halal, thayyib dan sehat.

 

Umat muslim juga seharusnya sadar bahwa budaya rutin ‘jajan’ tidak baik. Selain tidak bisa memastikan proses pengolahan makanannya, budaya konsumtif ini kurang cocok dengan stereotip umat Islam. Mengembalikan rumah sebagai penggerak kebaikan, bisa dimulai dengan dapur yang mengepul. Dapur yang memberikan menu terbaik untuk setiap anggota keluarga. Sudahkan tren ini di keluarga?

 

Selanjutnya, tren mengelola kesehatan mental. Bagi setiap muslim, manifestasi mengelola kesehatan mental adalah memberi asupan ruh dengan amal shalih. Pandemi ini seharusnya membuat setiap muslim makin dekat dengan Sang Maha Pencipta, menyadarkan bahwa di atas ikhtiar ada takdir Allah. Melatih mengelola rasa takut, harap serta menerima segala ketetapan takdir-Nya. Sudahkah ini terjadi pada diri kita?

 

Ringkasnya, fenomena pandemi selama setahun terakhir sebaiknya tidak dianggap angin lalu. Ini adalah momentum terbaik yang Allah berikan untuk mengembalikan fungsi rumah sebagai pusat pendidikan utama, menu dapur pribadi pilihan terbaik dan kesehatan ruh yang optimal bagi umat muslim. Masih banyak lagi hikmah yang terjadi selama pandemi covid-19 ini. Sadari sejak dini dan segera evaluasi langkah serta sudut pandang dalam menapaki kehidupan yang lebih baik. Wallahu A’lam.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/CJkItJ5A1Sd/?igshid=1u0dvaaj4087x

Penulis: Fadhilah Nurlinda

Leave A Reply

Your email address will not be published.