Sekejap saja

0 178

Kiblatmuslimah.com – Ketika Allah bertanya kepada orang-orang berdosa, “Berapa tahunkah kalian tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi hanyalah sekejap, sehari atau setengah hari.” Pertanyaan ini ditanyakan kepada para pendosa setelah mereka ditempatkan ke dalam neraka. Jawaban itu muncul karena dahsyatnya adzab yang mereka rasakan. Mereka menjawab, “Kita tinggal di dunia hanya sekejaj saja.” Sehari atau setengah hari, bahkan lebih pendek dari itu.

Itu jawaban para pendosa ketika Allah bertanya tentang lama mereka hidup di dunia. Pertanyaan Allah kepada para pelaku dosa itu merupakan penghinaan bagi mereka agar sadar. Pernyataan bahwa kehidupan dunia yang mereka anggap panjang itu hanya sekejap saja jika dibandingkan dengan adzab yang mereka peroleh. Akibat kelalaian tidak mempergunakan waktu kehidupan sesuai hakikatnya.

Sejenak kita pikirkan tentang kehidupan yang dilalui ini. Seakan-akan kehidupan ini akan berlalu begitu saja, waktu berputar cepat sekali. Jika berada di waktu pagi, segera berlalu menjadi malam. Hari berganti hari. Berawal dari Senin, kemudian berlalu seminggu, sebulan bahkan setahun dilalui begitu saja. Setahun berganti, berlalu. Sampai saat umur mencapai dewasa. Kehidupan yang lebih lama adalah di masa datang. Sedangkan kehidupan dunia hanya sekejap saja.

Kesimpulannya, kehidupan manusia hanya melalui 3 tahap, yaitu “lahir, menangis dan mati”. Mengalami masa anak-anak, amal kehidupan belum terhitung. Lalu masuk masa remaja dan dewasa sekitar umur 20 tahun ke atas. Masa ini adalah keemasan manusia, jiwa yang menggelora, kekuatan fisik penuh dan cita-cita ditempa setinggi langit. Di masa ini tidak lama, kelebihan yang dimiliki menyusut. Seiring waktu akan menua. Ketika berumur 70 tahun, fisik mulai lemah, butuh bantuan orang lain. Dalam beramal pun kurang maksimal, tinggal menunggu hari kematian. Tak tahu waktu  kedatangannya.

Fase kehidupan setelah kematian itu lebih panjang. Manusia akan mengalami alam kubur, kehancuran alam semesta, hari kebangkitan, padang mahsyar, syafaat, hisab, penyerahan catatan amal, mizan, telaga, shirat, kemudian masa penentuan surga atau neraka. Perbandingan 1 hari di akhirat adalah 1000 hari di dunia, Masya Allah. Kalau dipersentase, manusia hidup di dunia cuma satu persen dari kehidupan akhirat.

Fase yang panjang dan melelahkan. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Kita meminta pertolongan kepada Allah agar bisa menjalani semuanya. Meminta petunjuk-Nya agar bisa menjalani kehidupan  yang sekejap ini dengan amalan-amalan yang terbaik. Amalan yang bisa menyelamatkan dari adzab dan siksaan-Nya. Sehingga tidak menjadi seperti para pendosa yang merugi. Aamiin, ya Rabbal ‘Alamiin.

Hidup di dunia hanya sekejap saja. Lalu, amal apakah yang sudah kita siapkan? Siapkah jika suatu saat kematian datang? Siapkah menjawab setiap pertanyaan Allah atas amal-amal kita? Siapkah melewati fase kehidupan setelah kematian?

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.