Sejarah Bangsa Tartar

0 44

Judul Buku : Sejarah Bangsa Tartar

Penulis : Prof. Dr. Raghib As Sirjani

Penerbit : Pustaka Al Kautsar

Tahun Terbit : Desember 2019

Halaman : 606

Peresensi : Rizka

Kiblatmuslimah.com – Abad ketujuh, dunia terbagi ke dalam tiga kekuatan besar yaitu Islam, Pasukan Salib dan Tartar. Namun, pada masa itu dunia Islam mengalami kemunduran dan lemah. Kaum muslimin terpisah dalam tujuh kelompok yang bukan saja saling bertikai akan tetapi juga saling melemahkan. Mereka disibukan oleh kemewahan, menumpuk harta dan hiburan.

 

Ada Dinasti Abbasiyah yang kehilangan perannya sebagai penguasa tunggal dalam pemerintahan Islam. Khalifah bukan lagi sebagai pemimpin politik dan spiritual, ia hanya sebagai lambang penguasa yang kehilangan kewibawaan sebagai penguasa.

 

Dinasti Ayyubiyah merupakan keemiran yang melingkupi wilayah Syam, Mesir, Hijaz dan Yaman; saling bertikai setelah kematian sang legenda, Shalahuddin al-Ayyubi.

 

Andalusia pun mengalami pelemahan yang sangat signifikan. Di sepanjang Asia Tengah ada Dinasti Khawarizmi bermazhab Syiah yang sangat gemar melakukan kudeta terhadap pemerintahan Sunni. Gauri di India yang saling bertikai dengan al-Khawarizmi.

 

Di Persia (Iran modern) ada mazhab Ismailiyah Bathiniyah yang selalu melakukan penyimpangan dari akidah Islam, penyesatan dalam agama dan mengubah sistem pemerintahan dan menjadi tersangka utama pelaku pembunuhan para tokoh.

 

Di sisi lain, Dinasti Saljuk menguasai wilayah-wilayah vital yang senantiasa bergeser kepentingan dengan imperium Romawi Byzantium.

 

Di lain pihak, kekuatan kedua dikuasai oleh pasukan salib yang merupakan gabungan kekuatan dari kerajaan-kerajaan yang ada di kawasan Eropa Barat. Selain itu, mendapat bantuan dari kerajaan Romawi yang merupakan kerajaan besar akan tetapi tak lagi memiliki kekuatan yang berpengaruh pada masa itu.

 

Pasukan salib juga didukung Kerajaan Armenia yang senantiasa melakukan penyerangan terhadap Dinasti Saljuk. Begitu pula Kerajaan Al-Kurj yang selalu melakukan penyerangan terhadap Dinasti al-Khawarizmi. Termasuk juga pemerintahan-pemerintahan Salib yang terdapat di Syam yang merupakan wilayah aneksasi dari kerajaan Romawi Byzantium.

 

Kekuatan ketiga adalah bangsa Tartar. Bangsa ini sebelumnya mendiami wilayah gurun Ghobi di Cina bagian utara. Bangsa yang tak memiliki pengaruh sama sekali pada awalnya. Suku-suku yang saling bertikai satu sama lain, tanpa masa depan dan hidup nomaden. Jenghis Khan yang membuat Tartar menjadi bangsa terkuat di masa lalu.

 

Khan mampu menyatukan suku-suku yang saling bertikai dan tunduk dalam kekuasaannya. Cita-cita sang Khan hanya satu, yaitu menyatukan dunia di bawah kaki kekuasaannya. Satu persatu kekuasaan jatuh ke tangan Tartar. Dinasti Song jatuh akibat penyerangan besar-besaran dan digantikan dengan Dinasti Ming yang merupakan perpaduan kekuasaan antara Tartar dan Han.

 

Paling tragis adalah penyerangan yang dilakukan oleh Tartar untuk menjatuhkan kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Berawal dari kesalahan Khalifah yang melakukan pembunuhan terhadap duta Khan. Tentu saja tidak dapat dimaafkan oleh Khan. Ia mengutus sekitar 12 ribu pasukan untuk melakukan penyerangan terhadap ibu kota Abbasiyah tersebut.

 

Di sisi lain, Abbasiyah pada masa itu tidak memiliki kekuatan apapun untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap penyerangan tersebut selain bertahan dalam benteng-benteng ibu kota yang semakin rapuh.

 

Tartar terkenal dengan pasukannya yang gesit, kejam dan memiliki kesabaran yang sangat luar biasa. Mereka mampu melakukan pengepungan hingga berbulan-bulan lamanya dan tentu saja membuat psikis lawan yang terkepung menjadi lemah. Dikenal juga sebagai pasukan yang sadis dan keji. Tak sungkan-sungkan melakukan pembunuhan terhadap lawan walaupun seorang anak kecil sekalipun.

 

Penyerangan demi penyerangan terus dilakukan oleh Tartar. Wilayah kekuasaan Abbasiyah semakin mengecil dan hilang. Pertikaian dan perebutan kekuasaan intern menjadikan Abbasiyah tak berkutik melakukan perlawanan dan kehilangan kekuasaannya.

 

Kemunculan Mamluk menjadi lawan tangguh bagi Tartar. Dinasti yang muncul dari keturunan Turki. Memiliki daya juang dan daya perang yang sama tangguhnya dengan pasukan Tartar. Di bawah kepemimpinan Saifuddin Qutuz dalam perang Ain Jalut, mampu mengembalikan wilayah dan kemuliaan kaum muslimin.

 

Buku ini layak dibaca dan dikoleksi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.