Sampai Kapan Bermaksiat?

0 168

Kiblatmuslimah.com – Suatu ketika, ada seorang hamba Allah yang melihat wanita cantik. Dia berangan-angan untuk bisa menikmati kecantikan wanita tersebut. Malamnya dia bermimpi melihat wanita itu datang dan berkata kepadanya, “Engkau akan merasakan hukuman perbuatan dosamu ini empat puluh tahun yang akan datang.”

 

Sepenggal kisah pelaku dosa kecil yang dampaknya datang di akhir, meski buku tipis ini tak cukup kuat membuatku menangis dalam penyesalan. Entah karena banyaknya dosa atau hanya membaca selintas saja tanpa meresapi lebih dalam tiap kata, aku tak tahu.

 

Yang jelas, buku tipis ini berisi tamparan agar kita merenung bahwa akibat dari dosa tak selalu hadir sekejap mata. Seringkali baru terasa dampaknya bertahun-tahun kemudian atau bahkan Allah tangguhkan di akhirat.

 

Penulis mengajak kita agar berpikir. Entah dari beberapa lembar puisi rintihan hati yang luka akan dosa, ataupun kalimat lugas yang kadang butuh berulang kali kubaca agar paham, sebab sedikitnya penjelasan.

 

Berpikir akan dosa-dosa, mengapa para pendahulu siksanya begitu pedih hanya karena satu dosa yang tampak lirih? Memahamkan tingkatan dosa dan kiat-kiat menjauhinya, serta alasannya. Dosa selalu membawa sengsara, terutama untuk diri sendiri, entah sekarang ataupun nanti.

 

Satu poin plus di sini, penulis menjelaskan bantahan untuk para manusia yang menjadikan takdir sebagai alasan perbuatan dosanya. Tidak hanya satu alasan, namun beberapa. Cukup untuk teguran agar diri tak melalaikan satu dosa meski begitu kecil di mata. Selamat membaca.

 

Sampai Kapan Bermaksiat? | Abdullah bin Ibnu Abdurrahman Al Jibrin | Solo: Pustaka Arafah, 2003, Cet. Pertama | 80 hal.

Peresensi: Alifia Madjid

 

#Bacayuk #ResensiMei

Leave A Reply

Your email address will not be published.