Sabar dan Shalat Penolongmu

0 208

Kiblatmuslimah.com – Sabar dan shalat adalah penolong bagi seorang muslim. Allah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 45,

وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu; Dan sesungguhnya yang demikian itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Ayat ini menyebutkan bahwa seorang hamba yang beriman kepada Allah, hendaknya menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Jika sedang menghadapi masalah atau ditimpa suatu musibah dan ujian hidup, hendaknya menjadikan sabar dan shalat sebagai penenang jiwa.

Mengingat segala hal yang terjadi, berupa musibah, masalah, ataupun ujian hidup yang berat, semuanya sudah ditakdirkan Allah. Takdir itu sudah tertulis di lauhul mahfudz. Kita sabar ataupun tidak, pasti akan terjadi. Cara bersikap yang menentukan hasilnya. Di saat seperti ini, Allah menunjukkan kepada hamba-Nya agar menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong.

Kita yakini ini takdir terbaik, hadapi dengan sabar dan shalat sebagai penolong. Adukan segala keluh kesah di dalam shalat. Minta kepada Allah agar diberi kesabaran dan lulus dalam ujian. Setelah mengadu kepada Allah, Insya Allah hati akan terasa tenang dan nyaman.

Sunaid meriwayatkan dari Hajjaj, dari Ibnu Juraij, ia mengatakan bahwa sabar dan shalat merupakan penolong untuk mendapatkan rahmat Allah Ta’ala. Sebagaimana dikatakan oleh Muqatil bin Hayyan dalam tafsirnya mengenai ayat ini, “Hendaklah kalian mengejar kehidupan akhirat dengan cara menjadikan kesabaran dalam mengerjakan berbagai kewajiban dan shalat sebagai penolong.”

Menurut Mujahid, yang dimaksud dengan kesabaran adalah shiyam (puasa). Imam Al-Qurthubiy dan ulama lainnya mengatakan, “Oleh karena itu, bulan Ramadhan disebut sebagai bulan kesabaran.” Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sabar pada ayat tersebut adalah menahan diri dari perbuatan maksiat, karena disebutkan bersama dengan pelaksanaan berbagai macam ibadah dan yang paling utama adalah ibadah salat.

Dari Umar bin Khaththab, ia berkata, “Sabar itu ada dua, ketika mendapatkan musibah adalah baik dan lebih baik lagi adalah bersabar dalam menahan diri dari mengerjakan yang diharamkan Allah Ta’ala.” Hal ini mirip dengan ucapan Umar yang juga diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri.

Ibnu Al-Mubarak meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, katanya, “Kesabaran itu adalah pengaduan hamba kepada Allah Ta’ala atas apa yang menimpanya dan mengharap keridhaan di sisi-Nya serta menghendaki pahala-Nya. Terkadang seseorang merasa cemas tetapi ia tetap tegar, tidak terlihat darinya kecuali kesabaran.” Imam Ahmad meriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman, katanya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika ditimpa suatu masalah, maka segera mengerjakan shalat.”

Ayat selanjutnya menerangkan, “Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” Allah menjadikan shalat sebagai penolong seorang hamba yang beriman.  Nyatanya terkadang, tidak semua hamba yang melaksanakan dengan hati lapang dan ikhlas. Allah menyebutkan bahwa shalat itu terasa berat kecuali bagi hamba-hambanya yang khusyuk.

Masya Allah, kita terasa tertampar. Merenungi, bagaimana shalat kita sekarang? Apakah shalat dan kesabaran sudah menjadi penolong? Apakah shalat hanya sebagai penggugur kewajiban saja? Padahal Allah sudah berfirman bahwa shalat dan sabar itu bisa menjadi penolong.

Masya Allah, mari introspeksi diri. Hati dan ruh perlu makanan sebagaimana tubuh untuk kelangsungan hidup. Sabar dan shalat itu termasuk makanan yang lezat bagi hati dan ruh. Jika shalat tidak merasakan khusyuk dan kelezatan berarti hati sedang sakit.

Apa yang kita lakukan jika merasakan hal tersebut? Yang pertama, hendaklah berusaha melunakkan hati, menyembuhkan dengan banyak berdzikir dan beristighfar kepada Allah. Kita meminta kepada Allah agar hati bersih dan sehat sehingga bisa merasakan kelezatan di dalam shalat.

Mari berdoa agar Allah menjadikan hati bersih dan sehat, sehingga shalat dan sabar sebagai penolong. Penolong ketika menghadapi masalah, ujian hidup yang berat, dan musibah yang terasa terhimpit. Ya Allah, jadikanlah hati kami sehat. Jadikan kami termasuk orang-orang yang khusyuk dan bisa merasakan nikmatnya dalam beribadah, sehingga bisa menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong. Amin, amin, ya, Rabbal, ‘alamin.

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.