Saat Kakak Cemburu pada Adik

0 136

Kiblatmuslimah.com – Jauh hari sebelum kelahiran si adik, orang tua biasanya sudah mempersiapkan si kakak (anak yang lebih tua). Membacakan buku, mengenalkan pada bayi di sekitar rumah, dan melibatkan kakak dalam persiapan menyambut calon saudaranya.

Sering kali kakak tampak antusias dengan wacana kehadiran anggota keluarga baru ini. Bahkan sering tak sabar bertanya, “Adik kapan lahirnya, Bun?”

Ketika adik lahir, kakak justru tampak tak suka dan cenderung sulit diajak kerja sama? Bahkan bisa jadi, kakak akan meminta perhatian dengan cara yang tidak kita harapkan. Semisal, tantrum, mogok mandiri, atau menjauhi orang tuanya dan mendekat pada anggota keluarga lain, seperti kakek dan nenek. Gejala sikap tersebut, kemungkinan merupakan big-sibling blues.

Big-sibling blues adalah keadaan saat anak tidak bisa menerima kehadiran saudara baru. Psikolog sekaligus ketua pengembang Departemen Psikologi Universitas Marist, New York, Linda Dunlap, PhD, mengungkapkan bahwa memiliki saudara baru adalah hal yang sulit bagi anak. Menurutnya, anak yang lebih besar berpikir bahwa adiknya akan mengambil semua perhatian orang tuanya. Jika hal itu terjadi, berikut beberapa cara untuk mengatasinya:

  1. Mendahulukan memberi perhatian pada kakak

Saat si kecil lahir perhatian semua orang tertuju padanya. Lalu bagaimana dengan kakak? Jangan sampai kakak merasa diabaikan. Sebaiknya orang tua menyediakan waktu khusus untuk memberi kakak perhatian secara total. Tidak perlu waktu lama, cukup 15-30 menit untuk menemani kakak bermain atau membaca buku sementara adik dipercayakan kepada pengasuh atau keluarga dekat lainnya.

  1. Melibatkan kakak dalam kegiatan bersama adik

Mengajak kakak saat memandikan adik bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Kakak bisa membantu menyiapkan perlengkapan mandi atau baju untuk adik.

  1. Menjalin komunikasi yang baik

Menjadi seorang kakak bukan hal yang mudah. Anak sering menjadi rewel dan marah. Linda Dunlap, PhD. menambahkan saat mengalami hal ini, orang tua sebaiknya  mengatakan pada kakak bahwa, “Tidak apa marah tapi jangan melempar mainannya”. Katakan pada kakak bahwa memang sulit berbagi dengan adik tetapi ayah dan bunda masih sangat menyayanginya seperti sebelumnya.

  1. Memberi perhatian lebih

Setiap anak selalu ingin diperhatikan. Membagi perhatian bisa membuat anak yang lebih besar merasa porsi untuknya berkurang. Karena itu, banyaknya frekuensi interaksi bisa digantikan dengan menambah intensitas perhatian. Orang tua bisa lebih sering memeluk kakak atau bahkan memangkunya ketika adik bayi sedang tidur atau tidak menangis. Dengan begini, kakak merasa perhatian orang tua tidak berkurang.

  1. Tidak memposisikan kakak sebagai anak besar

Orang tua tidak perlu mengatakan kalau “kakak sudah besar” ketika memintanya berbagi dengan adik. Dia tidak ingin jadi anak besar kalau harus kehilangan perhatian orang tua.  Namun, kita bisa memujinya saat bersikap seperti anak besar. Misalnya, berani ke toilet sendiri dan tidak mengompol lagi.

  1. Menceritakan masa kecil kakak

Coba ceritakan tentang masa kecil kakak. Katakan padanya kalau dia dulu pun pernah menjadi bayi dan masih sangat kecil sehingga butuh dibantu untuk segala keperluan. Hal ini dapat membantunya memahami bahwa adiknya masih perlu banyak bantuan. Sehingga kakak tidak perlu iri.

Menjadi kakak baru memang sulit. Tapi orang tua bisa membantunya melewati masa “Big-Sibling Blues” ini dengan langkah di atas. Selamat berjuang dengan amanah baru, Ayah dan Bunda.

Penyusun: MuHi

Disadur dengan penyesuaian dari schoolofparenting

Leave A Reply

Your email address will not be published.