Ramlah binti Abu Sufyan

0 189

Kiblatmuslimah.com – Ramlah binti Abu Sufyan Shakr bin Harb bin Umaiyah merupakan anak dari pemimpin Mekah dan panglima kaum musyrikin, sekaligus istri saudara sepupu Rasulullah, Ubaidullah bin Jahsy Al-Asadi, saudara sayyidah Zainab Ummul Mukminin. Ubaidullah masuk Islam, lalu Ramlah turut bersamanya. Sementara ayahnya, Abu Sufyan serta ibunya, Shafiyah binti Abu Al-Ash Al-Umawiyah, masih kafir.

Ramlah takut disiksa ayahnya, sehingga memutuskan untuk berhijrah bersama sang suami demi Islam. Saat dalam rombongan hijrah gelombang kedua ke Habasyah, ia tengah hamil besar. Ayahnya di Mekah penuh amarah karena putrinya masuk Islam dan tidak bisa menangkapnya. Di Habasyah, Ramlah melahirkan putrinya yang diberi nama Habibah binti Ubaidullah. Dengan nama putrinya ini, ia dipanggil dengan kuniyah Ummu Habibah.

Suatu malam, Ummu Habibah terbangun ketakutan. Memimpikan suaminya, Ubaidullah, berada dalam kondisi yang sangat buruk. Pada pagi hari, ternyata suaminya itu murtad meningggalkan Islam dan masuk ke dalam agama Nasrani, agama orang-orang Habasyah. Ubaidullah bahkan berupaya untuk mempengaruhi Ummu Habibah untuk meninggalkan Islam. Namun, ia tetap bersabar menganut Islam.

Putri Abu Sufyan ini hampir mati karena sedih dan menyesal. Ramlah akhirnya mengucilkan diri dari pergaulan. Merasa sedih karena perbuatan seorang lelaki yang menjadi suaminya dan ayah bagi anaknya. Ia menutup pintu untuk menyendiri bersama anaknya, sehingga membuatnya semakin terasing, tidak ingin menemui siapapun di tempat hijrahnya.

Ia juga tidak berdaya untuk kembali ke kampung halaman. Di Mekah, ayahnya mengumumkan perang melawan Nabi yang dipercaya dan imani. Ramlah Ummu Habibah sama sekali tidak bisa kembali ke Mekah. Perang sedang berlangsung dengan sengit antara ayahnya melawan Nabi. Pintu-pintu rumah Bani Jahsy juga rusak berjatuhan.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil hikmah bagaimana ketabahan dan kesabaran Ummu Habibah dalam menjalani ujian keimanan. Bahkan keimanannya semakin kokoh meski ditinggalkan suami tercinta. Ia yakin bahwa Allah akan menolongnya sekalipun dalam kesendirian di tanah hijrah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.