Problem Perempuan dalam Menyikapi Kebaperan

0 125

Kiblatmuslimah.com – Berbicara masalah perempuan, senantisa menimbulkan diskusi yang cukup hangat dan hampir tidak berkesudahan. Hal ini karena perempuan dalam cita, citra, cinta, dan cerita selalu mengandung dan mengundang kontroversi.

Dari rahim perempuan, permata kehidupan menjadi tampak, kehidupan semakin cerah. Dari rahim perempuan, kehidupan juga dilahirkan, diperjuangkan, mendapatkan hakikat dan martabat. Peradaban dunia tak bisa hidup dengan penuh kebanggaan tanpa hadirnya sosok perempuan.

Perempuan memiliki problematika yang jauh lebih kompleks daripada laki-laki. Perempuan adalah fondasi bagi bangunan kebangkitan dan kemajuan umat Islam.

Perempuan pada zaman milenial mudah sekali mengikuti pergaulan barat. Sangat disayangkan, perempuan sering salah menyikapi problem sekitarnya. Terlebih, dalam hal melibatkan hati.

Memang sudah fitrahnya perempuan identik dengan perasaan. Namun, seyogyanya seorang perempuan bisa mengatur tingkat kebaperan mereka dalam menghadapi segala problem perasaan. Sesuatu yang familiar dalam menyikapi problem perasaan perempuan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa “perempuan menggunakan hati, sedangkan laki-laki menggunakan otak”. Mungkin perlu kita ubah paradigma tersebut. Keduanya sama-sama menggunakan otak. Hanya saja, perempuan lebih dominan menggunakan perasaan. Perempuan lebih peka dengan perasaannya sehingga bisa dipakai untuk menentukan tingkat kedewasaannya.

Karena terlalu terbawa perasaan, perempuan lebih mudah merasa tertekan, stres, dan lebih banyak menangis ketimbang laki-laki. Ketika tertekan, perempuan membuat keputusan berdasarkan perasaan dan emosi terlebih dahulu, dan logika kemudian. Sebagian besar dari perempuan berpikir berlandaskan perasaan yang menyebabkan keputusannya terlihat tidak realistis dan menjadi sebuah kelemahan.

Terdapat dua problem  penting bagi perempuan yang sering terjadi. Tak sadar diri melibatkan perasaan, yakni:

  • Problem rasa cinta

Perasaan cinta adalah perasaan kasih sayang yang kuat terhadap seseorang yang dicintai dan bersedia melakukan apapun demi orang tersebut. Jika masalah tidak datang dari luar, bisa jadi dari dalam dirinya. Seperti saat perempuan tidak bisa berperan layaknya yang diharapkan.

Maka, aturlah hati, jagalah, dan bentengilah saat berhadapan dengan seseorang yang sekiranya membuat hidup kita tenang dan nyaman. Selagi diri milik ayahanda tercinta, hati perempuan mahal harganya untuk dijatuhkan dengan percuma.

Ada sebuah sumber anonim yang mengungkapkan, “Saat kau mencintai seseorang karena Allah, cinta itu tak akan pernah padam.” Untukmu perempuan, lihatlah hati! Betapa berharganya hati seorang perempuan. Tugas kita adalah menjaganya. Walau itu sebuah hal yang sulit. Seseorang mengatakan, “Mencintai dengan sungguh-sungguh memberikan kebahagiaan di hati kita. Mencintai karena Allah akan mendapat nilai ibadah dan kebahagiaan yang lebih.”

Untuk perempuan, ketahuilah bahwa Islam memperlakukan wanita dengan hormat dan bermartabat. Maka jangan mau menerima apapun yang lebih rendah dari itu.

  • Problem masalah hidup

Masalah hidup. Manusia tidak akan pernah selesai menyikapi masalah. Entah  berawal dari diri sendiri atau orang lain. Masalah dengan orang tua, keluarga, kawan, kerabat, pasangan hidup, atau mungkin berkenaan dengan pendidikan, ekonomi, sosial hidup, oraganisasi dan lainnya.

Buatlah diri untuk mencari kesibukan lain. Jangan menjadi perempuan yang hanya diam mengikuti alur perkembangan zaman dan berharap berkembang pula jati diri. Zaman ini, sangat menfasilitasi teknologi yang bermanfaat apabila digunakan dengan sebaiknya. Meningkatkan prestasi, bakat, keahlian atau kemampuan. Sehingga dikenal baik oleh orang sekitar.

Menjadi perempuan seyognyanya jangan mau diperbudak oleh perasaan, terus sibuk mengurusi masalah tak kunjung usai karena keegoisan. Tawakal pada Allah Swt, serahkan semua urusan pada-Nya.

Gantungkan hati pada-Nya. Yakinkan hati bahwa bersama Allah, semua masalah akan selesai. Selagi diri bisa berperan baik maka, orang tua, keluarga, kerabat, kawan, rekan kerja atau lainnya, akan memandangmu tidak sebelah mata atau dari luarnya saja.

Buatlah aktivitas baik. Buatlah sejarah dalam hidup, jangan asal main dengan perasaan. Hati tak selalu menetap, ia mudah berubah dan berpindah. Selimutilah segala aktivitasmu dengan mengharap keridhaan Allah Swt. Tak   lebih, melakukannya hanya untuk kebaikan. Cerminkan sosok muslimah dengan kepribadian yang sesuai syari’at dan tetap dalam koridor-Nya.

Untuk para perempuan hebat, ingatlah bahwa hati yang luas akan membuat masalah itu mudah untuk diselesaikan. Sedangkan hati yang sempit akan membuat masalah makin rumit. Bersyukurlah, Allah Swt masih menguji kita. Allah ingin melihat seberapa kuat potensi  iman kita sebagai perempuan, sehingga ditingkatkan derajatnya kelak di sisi-Nya. Wallahu a’lam

 

@zienonasholihah

Leave A Reply

Your email address will not be published.