Poligami vs Prostitusi  

0 190

Kiblatmuslimah.com – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

 

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An-Nisaa’/4: 3)

 

Tadzkirah guru Al-Allamah Syaikhuna Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah yakni; Al-Imam Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Amin Asy-Syinqithi Rahimahullah: Al-Qur’an membolehkan poligami.

 

1. Untuk maslahat sang wanita agar berkesempatan menikah.

 

2. Untuk maslahat sang laki-laki agar tidak terlewatkan manfaat saat salah seorang istri tertimpa udzur.

 

3. Untuk maslahat umat agar jumlah umat menjadi banyak melalui anak, sehingga mampu menandingi musuh agar kalimat Allah menjadi tinggi.

Jadi, ini adalah syariat yang bijaksana dan ditimbang dengan saksama. Tidak ada yang mencelanya kecuali orang yang Allah butakan matanya dengan kegelapan kekufuran.

Prostitusi vs Poligami/Ta’adud:

– Prostitusi dibela, poligami diperkusi.

– Prostitusi difasilitasi, poligami dibatasi.

– Wanita pelaku prostitusi dijuluki “Kupu-kupu malam”, wanita pelaku poligami dijuluki “perebut suami orang (pelakor)”.

– Lelaki pelanggan prostitusi dijuluki “tukang jajan”, lelaki pelaku poligami dijuluki “otak selangkangan”.

– Prostitusi dibilang mata pencarian, poligami dibilang mata keranjang

– Pejabat menutup prostitusi dicibir “Terus PSK mau dikasih makan apa?” Pejabat baru berwacana melegalkan poligami diteriaki “Melanggar HAM, penindasan perempuan!”

 – Wanita pelaku prostitusi dibiarkan. Katanya, “Biarin, itu jalan hidup dia.” Wanita pelaku poligami digosipin, dicemooh, dihakimi, “perusak hidup orang”.

– Pelaku prostitusi jarang ditakut-takuti neraka, tidak boleh menghakimi orang, harus lemah lembut kalau dakwah. Pelaku poligami dihakimi dan ditakut-takuti azab.

– Ada yang bilang, “Saya tidak dua-duanya”, padahal postitusi adalah maksiat dan poligami merupakan syariat yang dibolehkan.

 

 

Alfaqir,

 

Al-Ustadz Turmudzi Al-Batangi, S.Pd.I, M.Pd Al-Hafizh

(Ketua Divisi Tarbiyah dan Dakwah – Jundullah ANNAS/Aliansi Nasional Anti Syiah Pusat, Da’i Muda Kota Kembang Bandung)

 

Muroja’ah/diKoreksi:

 

Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd.I Hafidzhahullah

(Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.