Peta Tantangan Dakwah

0 128

Kiblatmuslimah.com – Tantangan dakwah di Mekkah itu banyak. Target Rasulullah adalah sukses jika merencanakan sesuatu. Ada perkataan yang sering diucapkan, ‘yang penting usaha, hasil Allah yang menentukan’. Kalimat ini terdengar bagus, tetapi bisa terlihat bahwa perencanaan keseluruhan kurang. Tidak tahu cara mengakhirinya, kata-kata ini kacau.

Ketika Rasulullah mengumumkan dakwah, targetnya jelas. “Aku diutus secara khusus kepada kalian (Mekkah) dan secara umum kepada seluruh manusia”. Maksudnya Islam harus dibawa sampai ke level internasional. Dunia.

Di saat bersamaan, dakwah tertuju kepada masyarakat dunia bukan hanya Arab. Rasulullah mengirimkan surat kepada Konstantinopel (Bizantium), Persia dan wilayah timur pada tahun ke-7 Hijriah. Persia terhubung dengan Hindia, Kaukasus-Rusia, China. Wilayah Eropa lain terhubung dengan Bizantium. Afrika terhubung dengan Syam.

Pasukan Islam sudah berbenturan dengan pasukan Romawi. Rasulullah sudah bisa mengantarkan Islam ke level internasional. Awalnya memang aspek militer karena pada masa itu yang paling mudah masuk adalah kemiliteran. Namun setelah Rasulullah, ekspansi kekhilafahan Abu Bakar dan Umar bin Khaththab mulai meluas, bukan hanya aspek militer.

Rasulullah melakukan perencanaan dengan persiapan matang dan targetnya kelihatan. Ini merupakan sunnah Rasulullah. Garis perencanaan beliau adalan rencana A dan B. Hijrah keluar dari kota Mekkah adalah plan B. Sampai saat diboikotnya kaum muslim oleh kafir Quraisy. Atas pertimbangan itu, Rasulullah menawarkan kepada kabilah lain.

Rasulullah merencanakan hijrah setelah 10 tahun kenabian. Diperlukan cara berpikir majemuk bukan tunggal. Sejarah itu ibroh dan harus dianalisa. Mekkah adalah negeri yang paling dicintai Rasulullah. Kalau seandainya dakwah ini tidak dihalangi maka beliau tidak akan keluar dari sini (Mekkah). Namun, untuk apa berlama-lama di sana jika dakwah tidak berkembang?

Pencapaian tinggi Rasulullah di Mekkah adalah melahirkan individu sebagai model dan modal. Islam muncul harus sebagai gerak ummat. Kaum muslimin itu adalah ummat yang satu. Islam sebagai entitas yang berbeda dengan ummat lain.

Rasulullah menggunakan softpower (diplomasi) dan hardpower (jihad). Jika lingkungan tidak mengharuskan perang, kenapa harus angkat senjata? Di Mekkah, Rasulullah memulai dari titik nol.

Mekkah tidak memiliki pemimpin tunggal. Penduduk Mekkah kisaran 8000 orang, yang masuk Islam 200 orang. Pihak yang memusuhi Rasulullah hanya tergolong puluhan orang, semuanya adalah pengusaha. Musuh kebenaran adalah para pengusaha yang bobrok.

Setiap gejolak di Mekkah, akan mempengaruhi investasi. Boikot itu membunuh tanpa gejolak. Inilah gambaran tantangan dakwah yang Rasulullah alami selama di Mekkah.

Sumber: Kelas Sirah Nabawiyah angkatan VII ditaja oleh Sirah Community Indonesia (SCI)

(Hunafa’ Ballagho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.