Perusak Kesempurnaan Muru’ah

0 204

Kiblatmuslimah.com – Murua’ah adalah penjagaan akhlak secara umum, mencakup keseluruhan tingkah laku. Menjaga diri bukan hanya dari yang haram, syubhat dan mubah yang berlebihan. Sudut pandangnya layak dan tidak layak, maka menjaga muru’ah sifatnya sangat relatif. Setiap orang, zaman, dan tempat akan berbeda-beda. Suatu perbuatan bisa disebut muru’ah di satu tempat, sementara di tempat lain tidak. Butuh kepekaan hati sebagai penentunya.

Jika sulit menentukan, kita bisa mengambil contoh ulama atau tokoh masyarakat sebagai pengukur. Jika seorang ulama atau tokoh masyarakat melakukan hal itu, kira-kira bisa merusak muru’ah atau tidak?

Hal-hal apa saja yang bisa merusak kesempurnaan muru’ah? Dari beberapa tulisan ulama, dapat diringkas bahwa ada 4 hal yang bisa merusak kesempurnaan akhlak seseorang.

1. Berbicara

Contohnya:

a. Banyak bercanda. Halal jika wajar, akan tetapi kalau berlebihan akan merusak muru’ah
b. Bicara jorok dan mengumpat apalagi mengandung kata-kata jorok dan kasar. Berbicara tentang seks buat pengetahuan itu diperbolehkan. Kalau sampai vulgar membahas secara detail hubungan suami istri bahkan buat candaan, hal itu akan merusak kesempurnaan muru’ah Bahkan hal ini lebih buruk dari pada umpatan.

2. Berpakaian

Imam Ath-Thabrani menyebutkan bahwa mengenakan pakaian di luar kewajaran bagi orang setempat adalah perusak muru’ah. Walaupun pakaian itu menutup aurat, akan tetapi bentuknya aneh, tidak umum dan terkesan mencari sensasi. Masalah berbusana, tiap daerah berbeda. Harus pintar menentukan pakaian yang bisa menjatuhkan muru’ah.

3. Tingkah laku keseharian dan hobi.

Misalnya: mencabuti bulu ketiak di muka umum, membersihkan hidung atau ngupil berkali-kali dalam perjamuan, buang angin atau berusaha pergi di hadapan orang banyak, membersihkan gigi atau menguap tanpa ditutup.

Adapun hobi atau kegemaran menongkrong di pinggir jalan, mall dan tempat-tempat umum merupakan perusak kesempurnaan muru’ah.

4. Media sosial

Media sosial hari ini hampir digunakan oleh semua orang. Semua status bebas untuk diposting. Sebagai seorang Muslim, hendaklah bisa mengontrol diri. Beberapa di antara aktifitas media sosial yang bisa merusak muru’ah seseorang adalah sering memposting curhatan atau keluh kesah. Hal itu menunjukkan bahwa kita sering mengeluh dan kurang bersyukur.

Seseorang yang mempunyai akhlak sempurna tentu tidak akan mengeluh. Keluhannya hanya kepada yang berhak saja. Bayangkan jika kita memasang status tentang keluhan atau curhatan, sudah berapa orangkah yang membaca?

Postingan yang lain tentang sindiran atau menyebarkan aib seseorang. Ketahuilah saudaraku, dengan menyebarkannya seperti sedang menabung dosa jariyah.

Demikian juga menggugah foto yang bersifat pribadi atau bergaya aneh. Hal itu juga dapat merusak kesempurnaan muru’ah seseorang.

Muru’ah itu soal jaim atau jaga imej. Hal itu tidak buruk jika dilandasi niat ikhlas mencari ridha Allah. Demi menjaga kewibawaan untuk kesempurnaan akhlak. Baik di hadapan orang banyak atau sendiri. Semoga Allah menjaga kita agar selalu memiliki kesempurnaan muru’ah dan dari hal-hal yang dapat merusaknya. Amin.

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.