Pernyataan Sikap KIBBM pada Aksi Penolakan Trump

0 106

Kiblatmuslimah.com – Jakarta, Indonesia – Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) bersama 20 organisasi yang fokus terhadap Palestina melakukan Aksi Bela Al-Quds di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jum’at (14/2/2020).

Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap usulan Trump tentang Perdamaian yang dinamakan ‘Kesepakatan Abad Ini’. Usulan tersebut diumumkan Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Januari lalu.

“Hari ini kami menyatakan menolak proposal Trump dan kami akan mengajak pemerintah, penguasa dan elemen rakyat Indonesia seluruhnya untuk menolaknya. Muslim atau Nasrani atau yang lain, kita ajak semuanya. Ayo kita tolak proposal Trump dan kita bebaskan Baitul Maqdis dari zionis Yahudi,” kata ketua aksi, Ustadz Ahmad Isrofiel Mardatillah, MA (anak dari KH. Abu Muhammad Jibril Abdurrahman).

Beliau menegaskan bahwa semua NGO dan masyarakat Indonesia menolak proposal Trump tersebut. “Itu bukan tanah milik mereka. Itu tanah yang di atasnya ada masjid, ada rumah Allah dan tanah ini bukan milik mereka,” lanjutnya.

Di antara poin krusial yang mengusik perdamaian adalah penawaran Trump untuk membeli kota Al-Quds atau Baitul Maqdis senilai 50 milyar dollar Amerika. Kemudian memberikan seutuhnya kepada Israel untuk dijadikan ibu kota.

Selain itu, proposal Trump juga akan menghapus hak kembali bagi enam juta pengungsi Palestina ke tanah air mereka.

Dengan ini, kami KIBBM/Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Palestina mewakili elemen rakyat Indonesia, menyatakan:

Pertama, sikap diam dan membiarkan persoalan penjajahan yang terjadi di Palestina, bertentangan dengan jati diri bangsa dan menyalahi amanat Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia.

Maka merupakan kewajiban nasional, bagi setiap elemen bangsa baik di semua lembaga pemerintahan maupun rakyat, untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan hak-hak penuh kemerdekaan Palestina.

Kedua, apa yang dilakukan Presiden Amerika dan PM Israel merupakan pelanggaran HAM dan pembangkangan atas upaya perdamaian oleh berbagai lembaga Internasional yang didukung oleh mayoritas negara-negara dunia, seperti PBB, OKI dan lain-lain.

Terlebih lagi, sikap mengabaikan kemerdekaan Palestina, bertentangan dengan amanah Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Ketiga, mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia dalam Forum OKI serta mendesak pemerintah RI untuk bersikap lebih tegas lagi dalam membela kemerdekaan Palestina dan melawan upaya merusak perdamaian dunia oleh Trump dan Israel.

Bahkan Indonesia harus menjadi pusat perjuangan Palestina di kawasan Asia Tenggara, karena terkait posisinya sebagai pemimpin ASEAN dan negara Muslim terbesar di dunia.

Keempat, tidak pantas Presiden Amerika Trump, Israel dan sekutunya membicarakan perdamaian sementara pelanggaran-pelanggaran pemukiman Israel di wilayah Palestina dan blokade Gaza tidak dihentikan. Sebagaimana tidak ada perdamaian hakiki sebelum hak kembali enam juta pengungsi Palestina terwujud, dengan pulang ke tanah air mereka.

Kelima, mengutuk segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel di segala aspek, karena hal tersebut merupakan dukungan terhadap kejahatan, pelanggaran dan penjajahan Israel serta menghianati perjuangan rakyat Palestina yang menjaga situs-situs suci di sana.

Keenam, menyerukan kepada berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat baik lembaga maupun tokoh, untuk mengesampingkan berbagai perselisihan dan berdiri satu barisan membela Palestina untuk merdeka dengan ibukota Al-Quds.

Demikian 6 poin pernyataan KIBBM. Insya Allah akan diadakan kembali aksi serupa pada tanggal 21 Maret 2020 dengan jumlah yang lebih banyak.

Barakallahu fiikum, Ahadun Ahad ☝️ Allahu Akbar ✊

Isy Kariman aw Mut Syahidan

 

� KITA TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI ISRAEL

Arwah kami

Darah kami

Keluarga kami

Anak-anak kami

Rumah kami

Jadi tebusan untuk al-Quds dan al-Aqsha

 

#SpiritofAqsha

#BaitulMaqdis

#AlqudsIbukotaPalestina

#TolakKesepakatanAbadIni

#PalestinaMerdeka

#BoikotProdukIsrael

#UsirIsraeldariBumiPalestina

 

Ummu Fayadh Indah Sari, S.Pd (Pengamat Anak, Guru Matematika di SMA Negeri daerah Kabupaten Bekasi Jawa Barat) bersama Suami Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal, S.Pd, M.Pd, I -Hafizhahullah Ta’ala- selaku (Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan, Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal).

Leave A Reply

Your email address will not be published.