Perang Enam Hari dan Jatuhnya Yerusalem

0 159

Kiblatmuslimah.com –  Pada tahun 1897, organisasi Yahudi Internasional dibentuk untuk mengumpulkan orang-orang Yahudi kembali ke tanah yang dijanjikan, Palestina. Tahun 1918, Menteri Luar Negeri Inggris menyetujui dan membantu realisasinya.

Pada 1948, Negara Israel resmi dideklarasikan setelah PBB mengeluarkan keputusan membagi wilayah Palestina menjadi dua negara. Deklarasi tersebut disambut pengakuan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet. Hal ini memicu kemarahan para pemimpin bangsa Arab.

Setelah pendirian negaranya, Israel melakukan pembakaran 45 rumah dan juga pembantaian 69 warga Palestina di Tepi Barat. Pada 13 November 1966, Israel melakukan serangan di desa Al-Sam’, Tepi Barat Yordania. Serangan tersebut menewaskan 18 orang dan 54 lainnya terluka. Pada 7 April 1967, angkatan udara Israel menembak jatuh enam jet tempur MiG Suriah. Pada 22 Mei 1967, Mesir melakukan penutupan Teluk Aqabah, jalur distribusi Israel.

Presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser membentuk aliansi militer dengan negara-negara Arab. Yordania dan Suriah bergabung dalam aliansi tersebut. Melihat kondisi ini, Israel melakukan pelatihan lebih keras, udara maupun darat.

Perang Enam Hari terjadi pada 5-10 Juni 1967. Hari pertama, Israel melakukan serangan udara secara mendadak di pangkalan udara Mesir, mengerahkan hampir seluruh jet tempurnya. Yordania menangkap radar jet tempur Israel kemudian mengirimkan kode perang kepada Mesir. Namun Mesir mengalami masalah pada komunikasinya, sehingga kode tersebut tidak tersampaikan.

Kondisi infrastruktur yang belum memadai dan serangan yang tidak terduga dari Israel membuat Mesir kewalahan. Mesir terpaksa mundur dari Sinai. Hari pertama perang, 336 pesawat tempur Mesir hancur dan 100 pilot tewas. Sedangkan di pihak Israel, hanya 19 pesawat tempur hancur.

Di jalur darat, Israel mengerahkan tiga brigade lapis baja menuju Khan Younis. Mereka menjepit Khan Younis dari sisi utara dan selatan. Pasukan Mesir melakukan perlawanan sengit hingga membuat pasukan Israel kewalahan. Israel memberikan pasukan tambahan dengan mengirimkan pesawat tempur. Dihadapkan dengan serangan udara Israel yang kuat, pasukan Mesir terpaksa mundur.

Pasukan Israel berlanjut menuju kota terbesar di Semenanjung Sinai, Al-Arish. Di jalur Jira, pada celah sempit dipertahankan pasukan infanteri Mesir. Setelah melakukan pertempuran, kemenangan berada di pihak Pasukan Israel. Pada 8 Juni, Israel berhasil merebut Semenanjung Sinai dari Mesir.

Pada 7 Juni, pasukan Israel melawan Yordania yang mempertahankan Tepi Barat dan Timur Yerusalem. Namun pasukan Israel berhasil menembus pertahanan Yordania dan berhasil merebut wilayah Timur Yerusalem. Di Tepi Barat, Pasukan Yordania di awal mampu melawan Pasukan Israel. Kemudian datang bantuan pesawat tempur yang menyerang selama dua jam, akhirnya pasukan Yordania terpaksa mundur. Israel berhasil merebut wilayah Tepi Barat dan Timur Yerusalem.

Pada 9 Juni, Israel melakukan serangan di Dataran Tinggi Golan melalui udara. Serangan tersebut berhasil menghancurkan gudang logistik dan meriam milik Suriah. Pasukan Israel terus bergerak masuk, sedangkan pasukan Suriah sesekali melakukan perlawanan. Pada 10 Juni, Dataran Tinggi Golan berhasil direbut oleh Israel.

Pada 10 Juni, genjatan senjata dilakukan. Wilayah Israel bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Genjatan secara resmi ditetapkan dengan akhir peperangan dimenangkan oleh Israel. Akhirnya 22 Juni, Yerusalem ditetapkan sebagai wilayah Israel secara resmi.

Pada 22 November, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 242 yang menyerukan kepada negara-negara Arab untuk berdamai dengan Israel. Meminta Israel meninggalkan wilayah yang diduduki. Israel menolak dan kemudian membangun hunian permanen serta pangkalan militer Israel di Yerusalem Timur. Akibatnya lebih dari 30.000 warga Palestina meninggalkan wilayah-wilayah yang direbut oleh Israel dalam peperangan tersebut.

Israel mengeluarkan pernyataan bahwa ia akan mengembalikan Gaza, Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan dan Sinai, kecuali Yerusalem Timur. Namun syaratnya, bangsa Arab harus mengakui kenegaraan Israel dan memberikan jaminan terhadap serangan di masa depan.

 

Daffa An-Nuur

Irawan, F. 2018. Kejatuhan Yerusalem 1967. Lapsus Syamina.

https://www.hariansejarah.id/2019/10/perang-enam-hari-kemenangan-israel.html?m=1

Leave A Reply

Your email address will not be published.