Peradaban dan Agama Romawi Sebelum Kenabian

0 169

Kiblatmuslimah.com – Imperium Romawi Timur dikenal dengan sebutan Bizantium. Imperium ini memerintah kawasan Yunani, Balkan, Asia kecil, Suriah, Pelestina, seluruh kawasan pesisir Laut Mediterania, Mesir dan kawasan Afrika Utara. Ibu kotanya adalah Konstantinopel.

Imperium ini merupakan tirani yang memerintah rakyatnya dengan penuh kezaliman, penindasan dan kekejaman serta pemukulan yang berlebihan. Sering terjadi pergolakan dan revolusi. Kehidupan masyarakatnya dipenuhi dengan permainan, hiburan, lagu-lagu dan hedonisme.

Kawasan Mesir kala itu menjadi sasaran tindakan kekerasaan atas nama agama dan penindasan politik. Para penguasa Bizantium menjadikan Mesir layaknya sapi perah. Mereka gemar memerahnya, tetapi malas memberi makanan.

Demikian juga dengan kawasan Suriah. Di kawasan ini kerap terjadi kezaliman dan perbudakan. Sering sekali rakyat Suriah terpaksa harus menjual anak keturunan mereka hanya demi membayar utang yang melilit.

Masyarakat Romawi diliputi pertentangan dan ketimpangan. Gambaran mengenai mereka disebutkan dalam buku yang berjudul “Al-Hadharah: Madhiha wa Hadhiriha’ (Kebudayaan: Dulu dan Kini) sebagai berikut:

“Ada banyak sekali pertentangan dalam kehidupan sosial masyarakat Bizantium. Fanatisme agama telah begitu melekat dengan kehidupan mereka. Budaya biarawan telah meluas dan merata di segenap wilayah. Orang awam sudah biasa turut campur dan menyibukkan diri dengan urusan keagamaan yang mendalam serta perdebatan khas mereka.
Kehidupan masyarakat juga sangat terwarnai dengan corak kebatinan. Akan tetapi, di sisi yang lain, mereka getol menjalankan aneka macam praktik hiburan, permainan, lagu-lagu, dan hedonisme. Di sana ketika itu, ada banyak lapangan olah raga yang luas. Dapat menampung 80 ribu penonton guna menyaksikan ajang duel. Kadang-kadang antara manusia dengan manusia, manusia dengan binatang liar.

Masyarakat Bizantium ketika itu dibagi dengan ciri dua warna yang berbeda: biru dan hijau. Mereka begitu gemar keindahan, akan tetapi sekaligus menggemari kekerasan dan kekejaman.
Permainan-permaianan olah raga penuh dengan darah dan umumnya sangat berbahaya. Hukuman yang mereka terapkan juga sangat keji sampai membuat bulu kuduk berdiri. Sementara itu, para pemimpin dan penguasa penuh kemewahan dan hedonisme, pengkhianatan dan basa basi, serta kebiasaan buruk dan tercela.”

Ash-Shallabi, Ali Muhammad. 2014. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Beirut publishing.

Leave A Reply

Your email address will not be published.