Penjajahan di Bumi Moro

0 86

Kiblatmuslimah.com – Spanyol memasuki Filipina pada tahun 1521 M dengan membawa ajaran Kristen. Tepatnya kedatangan mereka adalah 29 tahun pascaruntuhnya Andalusia yang hari ini menjadi Spanyol. Ferdinand Magellan adalah tokoh yang telah disiapkan Spanyol untuk mengajarkan trinitas kepada masyarakat. Ia mendakwahkan ajaran tersebut dengan menggunakan cara pemaksaan.

(baca juga: Kedatangan Islam di Bumi Moro)

Penduduk kepulauan Luzon dan Visayas akhirnya dibapstis sebagian menjadi orang Kristen. Hal yang berbeda terjadi pada penduduk muslim di Pulau Luzon. Raja Sulaiman dan Raja Lakandula yang sangat berpengaruh dan didukung oleh masyarakat muslim Manila, mempertahankan diri melalui jalan perang. Pada akhirnya, keduanya meninggal dalam medan tempur untuk mempertahankan agama Islam.

 

Selepas kekalahan kaum muslimin di Manila, tidak ada bekas Islam yang ditinggalkan baik masjid, sekolah, maupun buku-buku. Hampir seluruh jejak Islam dimusnahkan oleh penjajah Spanyol. Tersisa satu benteng pertahanan kaum muslimin yang terkenal dengan nama benteng “IntraMoros”.

 

Pada tanggal 10 Desember 1898 M, berlangsunglah Perjanjian Paris atau yang dikenal dengan “Treaty of Paris”. Perjanjian tersebut dilakukan oleh Amerika dan Spanyol, isinya kesepakatan menyerahkan Filipina yang dikuasai Spanyol ke Amerika. Setelah berperang melawan penjajah dan penindas Spanyol selama 377 tahun, selanjutnya beralih dijajah dan ditindas Amerika selama kurang lebih 40 tahun.

 

Setelah penjajahan Amerika, bangsa Moro kembali dijajah oleh “barbar” Filipina. Perlawanan bangsa Moro kepada penjajah Filipina masih terus berlanjut hingga hari ini. Sejak Abu Ibrahim Muhammad Daud menulis buku pada tahun 2008, tercatat sudah 52 tahun melawan penjajah Filipina. Jika dihitung sampai hari ini, maka sudah 62 tahun. Selama 479 tahun bangsa Moro terus berjuang melawan penjajah untuk mempertahankan Dinul Islam dan wilayah kekuasaan Islam.

 

Penulis: Daffa An Nuur

Editor: UmmA

Pustaka: Abu Ibrahim Muhammad Daud. 2008. The Secret of Jihad Moro. Solo: Media Islamika.

Leave A Reply

Your email address will not be published.