Penggembala Kambing Hafal Al-Qur’an

0 323

Kiblatmuslimah.com – Penggembala kambing berangkat ke Kerajaan Saudi Arabia. Pengalaman pertama bagi si penggembala memasuki bandara dan menaiki pesawat. Tujuan kepergiannya adalah menghafal al-Qur’an, ini yang menjadi cita-citanya. Sesampainya di Saudi Arabia, penggembala kambing disambut baik oleh majikannya. Mereka pun melakukan perjalanan.

 

Sesampainya di tempat tujuan, setelah melalui jalan-jalan yang berliku, di suatu kemah kecil. Dia merasa senang dengan tempat itu. Suasana yang tenang dan indah serta lapangan yang luas di dataran tinggi dengan tumpukan jerami dan gandum.

 

Keesokan harinya, dia memulai hari pertamanya bekerja. Dia melihat ke arah kambing gembalaannya satu per satu lalu membiarkan mereka berjalan di depan. Dia pun mengikuti dari belakang sambil membawa makanannya. Kemudian dia tunggangi punggung kuda seraya berdoa:

Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.” {QS. Az-Zukruf (43):13}

 

Dia teringat waktu mula-mula menghafal al-Qur’an di negeri kelahirannya. Setibanya di kemah, dia mengambil keputusan bahwa dia akan menghafal al-Qur’an, insya Allah. Dia akan menghafal al-Qur’an dan bersyukur kepada Allah atas petunjuk-Nya dan waktu kosong. Walaupun kehidupan di sana sulit dan keras, tetapi dia merasa senang karena tidak ada ghibah, namimah, dan fitnah. Semua terasa jernih dari itu semua.

 

Dia selalu berusaha, bersabar, dan berdoa kepada Allah agar memberikannya petunjuk untuk menghafal al-Qur’an al-Karim. Akhirnya Allah Ta’ala memberikan karunia-Nya kepada dirinya berupa hafalan al-Qur’an.

 

Kita pasti bertanya-tanya, bagaimana dia bisa menghafal al-Qur’an? Beginilah kegiatan rutin penggembala itu. Pada pagi hari ketika berangkat bersama kambing-kambing, dia mengulang hasil hafalan yang kemarin. Apabila hafalan yang kemarin sudah mantap, maka dia mulai menambah hafalan dengan ayat-ayat yang baru.

 

Ketika beranjak pulang ke kemah, dia mengulangi kembali hafalan hari itu dan kemarin pada keesokan harinya. Adapun Kamis dan Jum’at dia pergunakan untuk mengulang semua hafalan.

 

Masya Allah, semua itu kuncinya adalah konsisten diri menjalani hal tersebut. Justru semua yang tidak konsisten akan menyusahkan. Mintalah pada Allah untuk memudahkan urusan kita dalam menghafal kalam-Nya dan mampu memahami serta mengamalkan.

 

Salah seorang temannya bertanya, “Engkau tidak memiliki radio dan televisi, dan engkau juga tidak membaca koran. Lalu bagaimana engkau mengetahui peristiwa-peristiwa dunia?”

Penggembala menjawab, “Rasa khawatirku menjadi sedikit. Pada waktu kosong ini aku disibukkan dengan memeriksa penyakit kambing-kambingku atau dengan menjahit bajuku yang robek. Inilah kejadian-kejadian yang besar bagi diriku. Kabar yang terbesar adalah kabar yang berasal dari firman Rabb semesta alam kepada kita. Peristiwa yang paling agung adalah peristiwa para nabi dan orang-orang shalih. Kami meninggalkan berita-berita koran dan majalah. Kami menyibukkan diri dengan kabar yang datang dari Rabb para makhluk.”

 

Referensi: Hamdan Hamud Al-Hajiri. 2017. Agar Anak Mudah Menghafal Al-Qur’an. Cetakan Kelima. Jakarta Timur: Darus Sunnah Press.

 

Penulis: Hunafa’ Ballagho

Editor: Halimah

Leave A Reply

Your email address will not be published.