Pendamba Cinta Sejati

0 156

Kiblatmuslimah.com – Setiap orang pasti mendambakan cinta, apalagi tulang rusuk kiri yang bernama wanita. Cinta ini selalu didambakan oleh jiwa. Bukan cinta pada makhluk yang akan sirna ditelan masa. Namun ia adalah cinta pada Sang Pemilik jiwa yang tak kan pernah binasa.

Itulah cinta sejati. Cinta yang akan membawa pemiliknya pada kenikmatan surgawi yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati. Sayang ia hanya diperuntukkan bagi mereka yang mencintai dan dicintai Ilahi.

Cinta itu bermula ketika seorang hamba sanggup menjadikan Allah sebagai puncak dari cintanya. Artinya perintah Allah adalah prioritas utama dalam kehidupannya. Ia rela melakukan apapun demi mendapatkan ridha Rabb semesta.

Betapa banyak yang enggan melakukan perintah Allah; tidak mau berkorban untuk-Nya, namun mengaku tulus mencintai-Nya.  Padahal Allah tidak meridhainya bahkan murka padanya. Ternyata, mencintai Allah tak cukup dengan lisan namun butuh pembuktian.

Lalu bagaimanakah cara membuktikan bahwa kita mencintai Allah?

Dan bagaimana pula tanda bahwa Allah juga mencintai kita?

 

Tata cara mencintai Allah

Mencintai Allah haruslah sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh-Nya. Tidak dengan membuat-buat cara sendiri tanpa tuntunan.

Bentuk yang paling tepat dalam mencintai Allah adalah dengan mengikuti tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Ali Imran ayat yang 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

 

Di antara yang dapat mendatangkan cinta Allah adalah:

Pertama, beriman kepada Allah dengan aqidah yang kuat tanpa mencampurinya dengan kesyirikan.

Kedua, menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya.

Ketiga, mencintai dan membenci sesuatu hanya karena Allah.

Keempat, selalu mengingat Allah dalam segala keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya.

Kelima, menghadirkan seluruh hati ketika beribadah kepada-Nya dengan merenungi setiap makna yang terkandung di dalamnya.

Keenam, berusaha menjadi orang yang selalu bertaubat dan mensucikan diri.

 

Hamba yang dicintai Allah

Saat Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan mengabulkan doanya dan menjadikan hamba tersebut dicintai oleh setiap makhluk yang ada di muka bumi.

Sebagaimana dalam hadits,

Bila Allah mencintai seorang hamba maka Dia menyeru kepada Jibril: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah ia. Jibril pun mencintainya, lalu Jibril menyeru penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah ia. Mereka pun mencintainya. Kemudian di bumi ia menjadi orang yang yang diterima.”

Selain itu Allah juga memberikan ujian kepada hamba yang dicintai-Nya agar hamba tersebut tetap mengingat dan berdoa kepada-Nya.

Mujalid bin Ubaidillah berkata, “Umar menceritakan kepadaku dari Malik bin Dinar bahwa beliau berkata:

Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia mengurangi dunianya dan menahan pekerjaan darinya, lalu berfirman, Tetaplah berada di hadapan-Ku.’ Dia pun berkonsentrasi untuk berkhidmat kepada Allah. Dan jika Allah membenci seorang hamba, dia menyerahkan secuil dunia kepadanya, lalu berfirman, ‘Enyahlah dari hadapan-Ku, Aku tak ingin melihatmu.’ Sehingga engkau akan melihat hatinya tergantung kepada suatu tempat di bumi dan pada suatu perdagangan.”

Ukhty muslimah….

Tak ada yang lebih indah di dunia daripada mendapati Allah mencintaimu. Segala musibah yang menimpa akan terasa ringan. Setiap kesulitan akan memiliki jalan keluar.

Semoga kita mampu mencintai Allah sepenuhnya. Dan menjadi hamba yang juga dicintai oleh  Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي ، وَمِنَ المَاءِ البَارِدِ

“Ya Allah, sungguh aku minta kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu dan mencintai orang yang mencintaimu dan amal yang menyampaikan kami kepada cintaMu. Ya Alah, jadikan kecintaan kepada-Mu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku dan dari air yang dingin.” (HR. At-Tirmidzi)

Amin…

 

Penulis: Hanna billah

Editor: UmmA

Leave A Reply

Your email address will not be published.