Pelumas Miss V

0 130

Kiblatmuslimah.com – Seorang wanita berumur sekitar 60 tahun bertanya secara khusus, “Apa hukum menggunakan pelumas untuk jimak?”

 

Jawabannya adalah: BOLEH selama tidak membahayakan secara medis. Hukum asal urusan dunia adalah boleh sebagaimana kaidah fiqhiyyah berikut.

الأصل في الأشياء الإباحة

“Hukum asal sesuatu (urusan dunia) adalah boleh/mubah”

 

Demikian juga fatwa dari Syabakah Islamiyah, asuhan syaikh Abdullah Al-Faqih terkait pertanyaan,

ﻫﻞ ﻫﻨﺎﻙ ﺣﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺯﻳﺖ ﺍﻟﺰﻳﺘﻮﻥ ﻓﻲ ﺩﻫﻦ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﻟﻠﻌﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺠﻨﺴﻴﺔ ﺑﻐﺮﺽ ﺗﺴﻬﻴﻞ ﺍﻹﻳﻼﺝ ﻓﺄﺭﺟﻮ ﺍﻹﻓﺎﺩﺓ؟

“Apakah tidak boleh menggunakan minyak zaitun sebagai minyak pelumas pada kemaluan untuk mempermudah hubungan suami-istri?”

Jawabannya,

ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﺰﻳﺖ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺩﻫﻦ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﺑﻪ ﻟﺘﺴﻬﻴﻞ ﻋﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻉ، ﺑﻞ ﻗﺪ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺫﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻤﻠﻴﺔ ﺍﻟﺠﻤﺎﻉ ﻭﻻ ﻳﺘﺄﻟﻢ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ . ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺣﻴﺔ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ، ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻧﺎﺣﻴﺔ ﺍﻟﻄﺐ ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻟﻨﻮﻉ – ﺯﻳﺖ ﺍﻟﺰﻳﺘﻮﻥ – ﻳﺴﺄﻝ ﻓﻴﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻻﺧﺘﺼﺎﺹ، ﻭﻫﻞ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺠﻤﺎﻉ ﻳﻀﺮ ﺍﻟﺒﺪﻥ ﺃﻡ ﻻ .

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

“Boleh menggunakan minyak untuk melumasi kemaluan agar mempermudah jimak. Bahkan terkadang disarankan agar hubungan jimak menjadi mudah dan salah satu suami-istri tidak mengalami rasa sakit. Ini dari sisi syariat. Adapun dari sisi kedokteran, penggunaaan minyak zaitun perlu ditanyakan kepada ahlinya. Apakah penggunaan ini bisa membahayakan badan atau tidak?” (Fatwa Syabakah Islamiyyah no. 17752).

 

Penggunaaan minyak zaitun secara medis sebagai pelumas jimak

Beberapa sumber menyebutkan bahwa beberapa minyak alami seperti minyak zaitun dan kelapa bisa digunakan sebagai pelumas ketika berhubungan inti. Namun, lebih tenang untuk menganjurkannya jika sudah ada penelitian ilmiyah tentang penggunaan minyak zaitun sebagai pelumas. Penelitian ilmiyah akan menyingkirkan kemungkinan “kebetulan-kebetulan mujarabnya”. Bisa digunakan untuk berbagai keadaan dan jenis serta meneliti efek jangka panjangnya jika digunakan secara terus-menerus.

 

Perlu diperhatikan jika ingin menggunakan minyak zaitun sebagai pelumas ketika berhubungan intim:

  1. Pengguna tidak alergi atau bermasalah kulitnya dengan minyak zaitun sehingga aman ketika digunakan sebagai pelumas.
  2. Beberapa sumber menyebutkan bahwa minyak zaitun bisa merusak kondom dan membuatnya mudah robek sehingga perlu dipertimbangkan.
  3. Gunakan minyak zaitun yang murni. Bukan oplosan atau sudah tercampur dengan bahan lainnya.
  4. Minyak zaitun juga bisa meninggalkan noda dan membuat pakaian terasa seperti berminyak

 

Minyak kelapa murni dan tidak ada tambahannya. Konon, cairan pelumas dari minyak kelapa murni dianggap bisa menyebabkan alergi pada kulit serta organ kelamin.

Sebaiknya gunakan pelumas berbahan dasar air sehingga bersahabat bagi tubuh, praktis dan mudah untuk dibersihkan. Pelumas dengan bahan dasar air cukup mudah ditemukan di apotik dan pasar lainnya.

Kurangnya pelumas yang keluar pada wanita bisa disebabkan beberapa hal:

  1. Wanita belum benar-benar siap melakukan hubungan intim sehingga pelumas belum keluar. Perlu “pemanasan” yang cukup dan perlahan.
  2. Wanita merasa tidak nyaman ketika berhubungan intim, merasa takut, khawatir atau suasana lainnya.
  3. Ada penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi keluarnya pelumas pada wanita

 

Jika hal ini berlanjut terus-menerus, ada baiknya dibawa ke dokter obstetri dan kandungan untuk diperiksa.

Demikian semoga bermanfaat

 

 

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

Hukum Menggunakan Pelumas untuk Jimak

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.