Panduan Seputar Penyapihan Anak

0 129

Kiblatmuslimah.com – Menyapih atau menghentikan bayi menyusu dari payudara dapat menjadi masa yang emosional, tidak hanya bagi bayi, tapi juga bagi ibu. Bukan saja  karena selanjutnya akan ada perubahan cara bayi mendapatkan nutrisi, tapi terlebih karena kebanyakan bayi mendapat ketenangan dengan menyusu langsung dari payudara ibunya.

Maka dengan hal itu sering timbul dua  pertanyaan seputar penyapian anak.

 

Kapan Saat yang Tepat?

 

Tergantung pilihan masing-masing ibu. Enam bulan pertama masa hidup bayi adalah masa yang direkomendasikan untuk mendapatkan ASI eksklusif. Di Indonesia, hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif dilindungi oleh Undang-undang Kesehatan pasal 128 UU No. 36 Tahun 2009, ”Tiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.”

 

Sebagian ahli mendeskripsikan beberapa tanda bayi mulai dapat disapih, antara lain dia sudah dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama. Lalu koordinasi mata, mulut, dan tangannya mulai bekerja dengan baik. Sehingga dia dapat mengambil dan memasukkan makanan padat ke mulut. Meski tidak selalu dapat menjadi patokan, tapi tanda-tanda umum berikut dapat menjadi ciri bayi kemungkinan sudah dapat disapih.

Dalam berbagai artikel tentang menyusui, disebutkan bahwa para ahli tidak dapat menjawab dengan tepat mengenai waktu untuk menyapih. Banyak ahli merekomendasikan ASI diberikan hingga anak berusia dua tahun. Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, mengatakan bahwa menyapih sebaiknya dilakukan saat anak dengan kesadarannya sendiri menolak menyusu ke payudara ibu. “Itu artinya bisa saat anak berusia satu tahun, dua tahun, atau tiga tahun.” Kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) ini.

Apakah tidak ada batasan waktu dalam menyusui? Walaupun para ahli tidak dapat menjawab dengan tepat waktu untuk menyapih, Al-Quran dapat menjawabnya dengan tegas dan jelas bahwa masa menyusui itu adalah dua tahun.

Bagaimana Cara Memulainya?

 

Cara memulai sangat tergantung pada kebutuhan dan karakter masing-masing anak dan ibu. Penting untuk mengetahui tanda-tanda anak dapat disapih seperti yang telah dijelaskan di atas. Panduan berikut dapat menjadi patokan umum untuk menyapih:

  • Mulailah perlahan-lahan. Memulai penyapihan secara bertahap tidak hanya bermanfaat untuk anak, tapi juga untuk Anda. Mengurangi frekuensi menyusui secara perlahan akan membuat ASI berkurang secara bertahap. Pengurangan perlahan ini penting untuk mengurangi risiko payudara bengkak dan nyeri.
  • Akan lebih mudah untuk memulai usaha menyapih di siang hari. Anak biasanya menyusu di pagi dan malam hari untuk kenyamanan. Cara menyapih anak bisa dimulai secara bertahap dengan berhenti menyusuinya di siang hari, menggantinya dengan makanan padat, tapi tetap memberikan ASI di malam hari.
  • Mulailah dengan mengganti satu waktu pemberian ASI dengan susu botol atau cangkir dalam satu hari. Tetaplah ikuti jadwal yang sama selama seminggu. Kemudian minggu berikutnya tambahkan waktu saat Anda memberikan susu botol dan kurangi pemberian ASI secara langsung. Bayi satu tahun ke atas dapat diberikan susu sapi sebagai ganti ASI.
  • Jika bayi biasa menyusu sebelum tidur, cobalah untuk menidurkannya tanpa disusui secara bertahap. Ciptakan ritual menyenangkan lain sebelum tidur, sepertimembacakan cerita atau yang lainnya.
  • Selain berhenti menyusu ASI secara langsung, selanjutnya anak sebaiknya juga berhenti mengonsumsi susu botol untuk menghindari kerusakan gigi. Hindari membiarkan bayi tidur, merangkak, atau berjalan dengan membawa botolnya ke mana-mana.
  • Mulai gunakan cangkir lebih sering dibandingkan botol. Tempatkan lebih banyak air dalam cangkir dibandingkan dalam botol. Cara lain, tempatkan minuman yang disukai anak ke dalam cangkir dan tempatkan yang tidak begitu dia sukai di dalam botol. Misalnya menempatkan susu dan jus (untuk bayi di atas 6 bulan) dalam cangkir dan air mineral saja dalam botol.
  • Peluk dan sentuh anak lebih sering. Agar dia tidak merasa diabaikan setelah tidak disusui.
  • Libatkan anggota keluarga lain, seperti ayah. Biarkan anak berinteraksi dengan ayahnya saat dia ingin menyusu.

Perlu diingat bahwa penyapihan adalah bentuk cinta kita kepada anak. Tidak perlu merasa bahwa kita telah menyakiti anak dengan menghentikan penyusuan, membuat dia menangis karena tidak diberi ASI. Semua itu adalah proses yang harus dilalui. Karena dalam kehidupan selanjutnya pun anak akan menemui batasan-batasan, dan disapih adalah batasan pertama yang harus dia lalui. Selain itu menyapih anak setelah dua tahun adalah bentuk cinta kita kepada Allah SWT, yaitu menjalankan firman-Nya.

Wallahu a’lam…

Amalliyah

www.alodokter.com

www.prahasti.wordpress.com

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.