Panduan Nabi saw Saat Gerhana Bulan

0 90

 

 

Kiblatmuslimah.com – Sebuah peristiwa langka akan terjadi di langit Indonesia, Rabu 31 Januari 2018. Bulan menunjukkan tiga fenomena sekaligus. Pertama, supermoon yaitu bulan berada di titik terdekat dari bumi sehingga terlihat lebih besar. Kedua blue moon yaitu bulan purnama terjadi dua kali dalam satu bulan. Ketiga  bloodmoon yaitu gerhana bulan berwarna merah darah.

 

Peristiwa yang hanya terjadi 150 tahun sekali ini dijuluki NASA sebagai fenomena super blue blood moon.

Ilustration. Gerhana bulan

Ini merupakan puncak dari fenomena trilogi supermoon. Supermoon pertama pada Minggu (3/12/2017), yang kedua pada Senin (1/1/2018), dan puncaknya akhir bulan Januari nanti.

 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa fenomena langka  tersebut muncul karena matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis, serta bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.

 

Dalam pandangan Islam, gerhana bulan adalah cara Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya kepada umat manusia.

 

Dari sahabat al-Mughirah bin Syu’bah, bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam   pernah bersabda dalam hadis Al Bukhari Nomor 1043 dan Muslim Nomor 915:

 

“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua ayat (tanda) dari ayat-ayat Allah (yang tersebar di alam semesta). Tidak akan terjadi fenomena gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoa dan shalat kepada Allah sampai (matahari atau bulan) tersingkap lagi.”

 

Hadits  Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam di atas menunjukkan  bahwa gerhana bukanlah sekedar fenomena alam biasa.

 

Gerhana merupakan fenomena alam atas kehendak Allah sebagai salah satu ayat (tanda) kebesaran-Nya.

 

Allah menjadikannya sebagai peringatan agar hamba-hamba-Nya takut kepada-Nya. Maka tatkala terjadi gerhana hendaklah umat manusia segera ingat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan segera menyadari bahwa Allah sedang mengingatkan mereka adanya ancaman adzab-Nya.

 

Sabda Nabi saw dalam hadits  tersebut juga membantah adanya  keyakinan atau mitos yang beredar  di kaum musyrikin Arab saat itu.

 

Ironisnya  kepercayaan ini masih diyakini oleh sebagian kalangan di era sekarang.  Di antaranya yang bersumber dari astrologi, yaitu ilmu yang meyakini bahwa peredaran bintang, dan benda-benda langit lainnya memberikan pengaruh dan ada kaitannya dengan kejadian-kejadian yang menimpa manusia.

 

Rosulullah juga memberikan tuntunan kepada umat Islam ketika terjadi gerhana, yaitu ada tujuh hal (sebagaimana dalam hadits-hadits lain tentang gerhana): sholat gerhana, berdoa, beristighfar, bertakbir, berdzikir, bershadaqah, dan memerdekakan budak.

 

Panduan Rosulullah dalam menyikapi fenomena gerhana bulan sangat jelas manfaatnya bagi umat Islam, yaitu semakin mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sudah seharusnya umat Islam menjauhi pesta pora dalam rangka penyambutan peristiwa langka ini. Wallahu a’lam.

Anis

Leave A Reply

Your email address will not be published.