Panduan Ilmu Hadits

0 140

Judul Terjemahan: Dasar-Dasar Ilmu Hadits

Judul asli: Musthalah Al-Hadits

Penulis: Mahmud Thahhan

Penerbit: Ummul Qura

Cetakan I: Februari 2017

Tebal Buku: 278 halaman

Peresensi: Vivin Indriani

 

Dalam mukaddimah Shahih Muslim, terdapat riwayat dari Ibnu Sirrin yang berkata, “Ulama dahulu tidak pernah menanyakan tentang sanad, akan tetapi ketika terjadi fitnah mereka berkata, ‘Sebutkanlah kepada kami, dari siapa kalian mengambil riwayat hadits,’ lalu mereka mengambil hadits-hadits dari Ahli Sunnah dan meninggalkan hadits-hadits dari Ahli Bid’ah.”

 

Dengan dasar bahwa hadits tidak akan diterima kecuali setelah mengetahui sanadnya, maka muncul ilmu Jarh wa Ta’dil, ilmu mengetahui sanad-sanad yang tersambung ataupun terputus, dan cacat-cacat yang tersembunyi. Bahkan muncul pembicaraan terhadap sebagian rawi-rawi hadits yang tercela, meskipun sangat sedikitnya rawi-rawi hadits yang tercela pada masa awalnya.

 

Dari sini, para ulama mengembangkan penelitian berbagai segi yang berkenaan dengan ilmu hadits. Seperti tata cara penulisannya, cara menerima dan menyampaikannya, mengetahui nasikh-mansukhnya, gharibnya dan hal-hal lainnya. Hanya saja waktu itu para ulama masih menyampaikannya secara lisan.

 

Setelah ilmu ini berkembang, baru mulai banyak dituliskan dan dibukukan. Itupun masih terpisah atau terkumpul dengan buku-buku pembahasan seputar ushul (akidah), fikih dan hadits seperti kitab Ar-Risalah dan Al-Umm karya Imam Syafi’i.

 

Pada abad keempat Hijriyah, ilmu-ilmu tersebut telah matang dan mempunyai istilah sendiri serta terpisah dari pembahasan kitab-kitab lainnya. Para ulama pun menyusun buku khusus dalam bidang Musthalah Hadits. Sebagaimana yang tergambar dalam isi buku ini.

 

Buku ini lengkap menggambarkan istilah-istilah penting dan maknanya dalam dunia ilmu Hadits. Tentang al-Khabar, sifat para perawi hadits, riwayat hadits dan adab-adabnya serta cara menguasainya, kemudian segala hal seputar sanad dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.

 

Memang selayaknya belajar seperti ini harus didampingi oleh seorang guru, sehingga tidak akan tersesat dalam luasnya pemahaman yang terkait dengan alam pemahaman kita selama ini. Belajar dari guru akan memudahkan kita mendapat sanad kelimuan yang mumpuni, sebab kita tidak meraba-raba tanpa tahu mana benar dan mana salah. Namun, setidaknya buku ini akan membantu kita memahami cara menentukan kualitas sebuah hadits secara umum. Sebab mempelajari ulumul hadits memang tidak bisa dikerjakan sehari dua hari selesai hanya dengan membaca.

Leave A Reply

Your email address will not be published.