Nilai Sedekah untuk Rithah binti Abdullah

0 133

Kiblatmuslimah.com-Nama lengkapnya adalah Rithah binti Abdullah atau Zainab Ats-Tsaqafiyyah binti Abdullah bin Mu’awiyah Ats-Tsaqafiyah. Beliau merupakan istri dari Abdullah bin Mas’ud.

Beliau adalah seorang wanita yang mahir dalam bidang kerajinan tangan, sedangkan Abdullah bin Mas’ud (suaminya) tidak memiliki harta. Sehingga Rithah harus menafkahi suami dan anaknya dari hasil pekerjaannya. Akan tetapi ia merasa khawatir tidak akan mendapatkan pahala dari perbuatannya tersebut. Karena suami dan anak-anaknya benar-benar telah menyibukkannya, hingga ia tidak dapat bersedekah dengan tujuan mengharap ridho Allah Ta’ala.

Rithah binti Abdullah bersegera pergi menemui Rasulullah  shalallahu ‘alaihi was salam untuk mencari tahu tentang sedekah yang paling baik. Apakah sedekah kepada suami dan anak-anak atau orang lain? Ia pun bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam mengenai hal tersebut, “Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang memiliki keahlian dalam bidang kerajinan tangan, lalu aku menjual hasilnya. Sedangkan aku, anakku dan suamiku tidak memiliki apapun. Sementara mereka selalu menyibukkanku sehingga aku tidak dapat bersedekah. Apakah aku akan mendapatkan pahala dari memberi nafkah untuk mereka?”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Engkau akan mendapatkan pahala dari hal tersebut selama engkau menafkahi mereka. Maka berikanlah nafkah untuk mereka!” Di dalam hadist shahih pun disebutkan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi was salam bersabda, ” Apabila seorang muslim menafkahi keluarganya dan dia melakukannya karena Allah Ta’ala. Maka dia akan mendapatkan pahala sedekah.” (HR. Bukhari (5351), Kitab An-Nafaqat)

Seorang wanita yang mukminah dan sholihah, ia akan selalu bersemangat untuk melakukan setiap perbuatan yang menghasilkan pahala. Karena ia selalu mengharap yang ada di sisi Allah, ia akan senantiasa berharap agar dunianya menjadi ladang untuk akhiratnya. Sehingga ia selalu berusaha agar setiap perbuatannya (walau bersifat duniawi) akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Sebab yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal. Begitulah wanita mukminah sholihah yang meniatkan segala perbuatannya hanya untuk mencari keridhoan Allah semata.

Ref: Ummu Isra’ binti Arafah. 2017. 66 Muslimah Pengukir Sejarah. Solo: Aqwam. Hal: 53-55.

(Sania)

Leave A Reply

Your email address will not be published.