Nashrani, Benarkah Agama Samawi?

0 144

Kiblatmuslimah.com – Banyak orang mengatakan bahwa agama samawi (agama dari langit) ada 3 yakni Islam, Yahudi dan Nashrani. Namun, apakah benar Allah mengutus Nabi Isa dengan membawa ajaran Nashrani? Faktanya, ajaran yang disampaikan Nabi Isa adalah Tauhid. Tidak lagi sama seperti Kitab Injil penganut Nasrani saat ini. Saat Nabi Isa berdakwah, Bani Israil terpecah menjadi 2, ada hawariyyun (pegikut setia) dan yang ingkar.

Golongan yang ingkar berusaha membuat makar membunuh Nabi Isa, akan tetapi Allah selamatkan rasul-Nya dengan mengangkatnya ke langit. Lalu menyerupakan seorang pengikut Isa sehingga mirip wajahnya. Kaum kafir membunuh pengikut yang mereka pikir Isa karena saking miripnya. Terjadi perdebatan, ada yang meyakini bahwa Isa wafat, di lain pihak percaya bahwa korban bukan Nabi Isa yang sesungguhnya.

Ada yang meyakini bahwa Isa adalah utusan, adapula yang berlebihan hingga menyebutnya anak Tuhan. Tidak sampai di situ saja, kebencian mereka terhadap ajaran Tauhid tak berhenti dengan membunuh. Mereka juga membuat agama baru bernama Nashrani dengan tujuan menyesatkan semua manusia.

Santo Paulus adalah seorang Yahudi penganut filsafat Yunani yang sangat membenci hawariyun. Dia lahir di Turki tahun 5-67 M. Saat itu, wilayah tersebut dikuasai oleh Augustus. Paulus adalah orang pertama yang membuat keyakinan batil bahwa Isa telah bangkit dari kematiannya tiga hari pasca dimakamkan. Di samping itu, Paulus banyak mengambil ide-iode ajaran Yahudi untuk dijadikan inti ajaran Nashrani. Pengikut Paulus ini disebut dengan orang-orang Kristen (Christian).

Paulus adalah orang pertama yang membuat doktrin batil tentang ketuhanan Isa (Yesus) dalam Perjanjian Baru. Dia sisipkan dalam Matius 3:17, “Maka satu suara dari langit mengatakan, Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya aku berkenan’.” Juga dalam Lukas 4:41 bahwa Yesus adalah anak Allah. Maha suci Allah atas pernyataan tersebut. Berdasarkan ajarannya, disebutkan Yesus disalib sebagai bentuk pengorbanannya untuk menebus dosa semua manusia. Yesus dianggap sebagai penyelamat seluruh manusia.

Ajaran Nabi Musa dianggap telah kadaluarsa. Selain banyak menyisipkan ajaran batil di Perjanjian Baru, Paulus adalah da’i pertama kepada ajaran Nashrani di abad ke-1 sehingga dijuluki sebagai ‘rasulnya orang-orang Non-Yahudi” oleh kaum Nashrani. Dia juga mengajarkan bahwa agama Yahudi hanyalah untuk kaum Yahudi saja. Sedangkan agama Nashrani adalah untuk semua umat manusia. Dari sini, muncul istilah bahwa yang tidak mau masuk Nashrani adalah domba-domba sesat. Konsekuensinya, muncul gerakan missionaris yang selalu berupaya memurtadkan manusia dari agama Tauhid.

Tahun 325 M, Constantine Raja Yunani penganut Nashrani  dalam Konsili Nicea menetapkan bahwa Yesus adalah Putra Tuhan. Tahun 381 M, membuat ajaran bahwa Roh Kudus (Jibril) juga Tuhan. Dari rapat-rapat ini, terbentuk ajaran Trinitas/Nashrani yang dirumuskan oleh manusia. Perjanjian Baru hasil kesepakatan spekulasi manusia tanpa didukung data dan fakta otentik, bukan dari Biblical, apalagi langit (Allah). (A. Madjid)

Sumber: Rachmad Abdullah, S.Si., M.Pd. 2018. Tinta Emas Sejarah. Cetakan 1. Sukoharjo: Al-Wafi. Halaman 63-66.

Leave A Reply

Your email address will not be published.