Mereka Berjuang, Kita Masih Mageran

0 151

Kiblatmuslimah.com – Kalau saat ini kamu bisa pesen makanan via ojol, akses kemana-mana juga dekat, nge-mall, mojok di kafe kekinian sambil wifi-an, bahkan bisa memenuhi ‘panggilan alam’ di kloset yang tinggal pencet tombol flush atau sekadar WC jongkok, tandanya sedang di zona nyaman!

 

Di belahan tempat lain, ada orang-orang yang memilih tinggal di sejumlah titik di tengah hutan dan pedalaman. Meninggalkan hiruk pikuk perkotaan dan semua fasilitasnya. Demi apa? Demi iqamatuddin. Memperjuangkan dan menegakkan agama Allah.

 

Makan ala kadarnya. Bergelap-gelap karena minim listrik. Jarak antara satu lokasi dengan lokasi lain berjauhan. Jalur transportasi dengan medan yang sulit. Bahkan, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Jauh dari handai taulan dan teman.

 

Ada yang mengajari para muallaf di rimba belantara. Ada yang mengajarkan Islam di pulau terpencil. Ada pula yang tinggal di masjid pelosok tanpa fasilitas MCK. Kalau mau fasilitas tersebut, mereka harus menempuh jarak jauh, berjalan kaki berkilo-kilometer terlebih dahulu.

 

Merekalah para da’i yang berdakwah dalam kesendirian. Berkorban dalam kesenyapan. Tidak dikenal, sepi pemberitaan. Namun, riuh bergerak dalam keheningan. Karya besarnya terukir indah dalam catatan amal yang ditulis malaikat.

 

Merekalah para mujahid Islam yang berjuang menegakkan din. Ada yang di medan dakwah. Ada yang di medan jihad. Hidup dalam keterbatasan fasilitas, jauh dari akses duniawi dan kemapanan hidup. Manusia-manusia langit yang siap berpeluh keringat dan meneteskan darah demi iqamatuddin. Meninggikan kalimat Allah dan menegakkan din-Nya. Berharap meraih kemuliaan di sisi Allah, meski tanpa apresiasi manusia.

 

Iqamatuddin, Aktivitas Para Nabi

“Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah din (‘an ‘aqimuddin) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya.” (QS. Asy-Syura: 13)

 

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan ayat tersebut, “Islam adalah ruh kebahagiaan dan kutub pusaran kesempurnaan. Itulah yang dicakup oleh kitab al-Quran dan yang diserukannya, yaitu tauhid, amal-amal shalih, akhlak, dan adab.

 

Karena itu, Allah berfirman: “Tegakkanlah din (agama)!”

 

Artinya, Allah memerintahkan kepada kalian untuk menegakkan seluruh syariat-syariat agama, prinsip-prinsipnya dan cabang-cabangnya. Kalian menegakkannya pada orang-orang lain, selain kalian. Saling tolong-menolonglah kalian atas kebajikan dan takwa, jangan saling tolong-menolong atas perbuatan dosa dan permusuhan.” (Tafsir as-Sa’di)

 

Mereka yang Berjuang

“Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang menegakkan perintah Allah, tidak ada yang membahayakannya orang yang menghinakan atau menyelisihi mereka sampai datangnya hari Kiamat, dan mereka akan selalu menang atas manusia.” (HR. Muslim)

 

“Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang selalu menang memperjuangkan kebenaran sampai hari Kiamat.” (HR. Muslim)

 

Merekalah para pejuang iqamatuddin. Menegakkan din-Nya untuk-Nya.

 

Bagaimana dengan Kita?

Lalu bagaimana kita? Kita yang tenggelam dalam egoisme dan pemenuhan kebutuhan pribadi yang tak berujung. Kita ingat bahwa hidup adalah ibadah. Namun lupa bahwa ibadah tak sekadar rutinitas harian tanpa makna. Rutinitas individual yang sedikitpun tak terkait dengan umat dan membangun peradaban Islam.

 

Tak ingat bahwa setelah para sahabat radhiyallahu’anhum mengikrarkan syahadat, mereka juga berjuang mendakwahkan Islam dan menegakkan syariat di muka bumi ini. Hingga Islam tersebar di penjuru kota dan pelosok desa di dunia. Mereka dan penerus perjuangannya, siap berkorban untuk kemenangan Islam.

 

Kita? Sibuk dengan diri sendiri? Masih hobi mager sambil scroll up baca postingan unfaedah? Capek rebahan? Semoga saja tidak. Yuk, lakukan sesuatu, even the smallest thing! Dalam iqamatuddin, satu langkah kecil akan tetap bernilai di sisi Allah jika kita ikhlas. So, let’s keep moving forward!

 

Viyanti Kastubi

@vikastubi

Leave A Reply

Your email address will not be published.