Merayakan Hari Valentine?

0 35

Kiblatmuslimah.com – Saat ini mulai banyak Muslim Indonesia (terutama remaja dan pemudanya) yang merayakan Hari “Kasih Sayang” Saint Valentine (Valentine’s Day). Dengan pacarnya, mereka berpegangan mesra. Bahkan lebih dari itu.

 

Di Barat sendiri, kaum remaja dan pemuda kafir (misalnya SMA atau Perguruan Tinggi) biasa mengadakan pesta perayaan Hari St Valentine. Mereka berpasangan pria dan wanita. Kadang ada kamar khusus untuk berzina usai pesta Valentine tersebut.

 

Dari situ, kita tahu bahwa Hari St Valentine itu lebih kepada hawa nafsu atau maksiat perzinaan. Bukan kasih sayang. Itu satu budaya kafir, buruk dan tidak pantas ditiru.

 

Islam mengajarkan untuk menjalin silaturrahim (tali kasih sayang), membantu sesama seperti menolong fakir miskin dan menyantuni anak yatim. Itu dilakukan setiap hari, mulai dari mengucapkan salam kepada sesama saat bertemu dan menebar senyum. Tak terbatas kepada wanita pasangannya. Dalam Islam kita dilarang mendekati perbuatan zina.

 

Sementara, Hari Raya Saint Valentine itu cuma setahun sekali. Itu pun umumnya ke pacar/pasangannya yang mengarah pada perbuatan mesum/zina. Jika sudah hamil, “kekasih” bisa tak bertanggung jawab, menggugurkan/membunuh kandungan. Ada juga gadis yang bunuh diri karena tak dinikahi padahal terlanjur hamil. Kisah lain, ada yang membunuh pacarnya karena tak mau menikahi saat didesak.

 

Dalam Islam, ada ajaran silaturrahim/menjalin tali kasih sayang yang tulus. Namun, dilarang mendekati zina sehingga kasih itu benar-benar tulus. Bukan nafsu. Jadi, hari Valentine beda dengan ajaran Islam.

 

Merayakan Valentine itu haram karena mendekati perzinaan. Dengan merayakan Valentine bersama pacar yang bukan mahram, itu sama dengan mendekati zina.

 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

 

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ [17]: 32)

 

Jangankan berzina, sekadar menyentuh atau berpegangan tangan dengan wanita yang bukan mahram, lebih berat daripada kepalanya ditusuk dengan jarum besi.

 

Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

 

Hari Valentine adalah sebuah hari kasih sayang bagi warga di dunia Barat, di luar agama Islam. Dilihat dari asal muasalnya, diketahui bahwa Valentine merupakan hari raya bagi kaum non-Islam di Roma, Italia. Untuk itu, Valentine haram bagi mereka yang beragama Islam.

 

Ada 3 orang yang diduga merupakan Saint Valentine:

* Seorang Pendeta di Roma

* Seorang Uskup di Interamna (modern Terni),

* Seorang martir di Roma

 

Tanggal perayaannya pun sebelumnya berbeda-beda. Ada yang tanggal 6 Juli, 30 Juli, dan terakhir 14 Februari.

 

Sejarah Valentine pun tidak jelas. Paling tidak ada beberapa versi. Pertama, berdasarkan Nuremberg Chronicle (1493), menyatakan bahwa seorang Pendeta Roma mati sebagai martir saat pemerintahan Claudius II (Claudius Gothicus). Dia dihukum mati karena menikahkan pasangan Kristen. Tahun kematiannya pun tak jelas. Ada yang menyatakan tahun 269, 279, dan 273 masehi.

 

Alban Butler dan Francis Douce menyatakan bahwa Hari Valentine dibuat untuk menggantikan hari raya kaum Romawi -Lupercalia- untuk merayakan Dewi Juno sang penyuci.

 

Banyak legenda Valentine dibuat di abad ke-14 di Inggris oleh Geoffrey Chaucer dan teman-temannya.

 

Perayaan Hari Saint Valentine itu haram dengan dalil mengikuti/membebek budaya kaum kafir yang penuh maksiat:

 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

 

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi)

 

Artinya, jika mengikuti budaya kaum kafir yang negatif tersebut, kita termasuk kaum kafir yang layak dimasukkan ke neraka.

 

Merayakan Saint Valentine berarti mencintainya. Maka di akhirat akan berkumpul bersama Saint Valentine. Padahal menurut Islam, kaum Kristen yang mempertuhankan Nabi Isa adalah kafir dan masuk neraka.

 

فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

 

Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai”.”

 

Anas pun mengatakan,

 

فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

 

Kalau begitu, aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka. Walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

 

Kalau orang Kristen merayakan hari Valentine, itu wajar. Mereka merayakan hari kematian pendeta mereka. Namun, mana kala ada orang Islam yang merayakan hari Valentine, apa alasannya? Dengan mengikuti kaum kafir, maka kita sudah menganggap mereka sebagai pemimpin kita. Padahal itu dilarang.

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

 

Dari Abu Sa‘id Al-Khudri, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal. Sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian pun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Narsani?’ Sabda beliau, ‘Siapa lagi?’” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

 

✍� Catatan:

 

Menurut Dr. Sofyan Chalid Ruray, MA ada beberapa alasan Valentine day atau hari kasih sayang membuat Allah murka:

  1. Tasyabuh, menyerupai orang kafir.
  2. Wala’ lil kufar,bersikap loyal kepada orang orang kafir.
  3. Bid’ah, menambah hari perayaan selain yang ditetapkan agama.
  4. Maksiat/kemunkara, zina mata, telinga, lisan, tangan, kaki dan hati hingga kemaluan.
  5. Mubazir, membelanjakan harta untuk kesia-siaan bahkan kemaksiatan.

 

 

Maraji’/Referensi:

 

  1. Tim Yayasan Baitul Maqdis. Ada Pemurtadan di Valentine’s Day. Ciracas, Jakarta Timur: YBM/Yayasan Baitul Maqdis. baitul-maqdis.com/buku-ada-pemurtadan-di-valentine-days

 

  1. Tim Yayasan Al–Sofwa. Ada Apa dengan Valentine’s Day. Lenteng Agung-Jakarta Selatan:  Dept. Dakwah Yayasan Al-Sofwa. http://www.alsofwah.or.id/download/Ebook%20Valentine.pdf
  2. Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani -Hafidzhahullah- https://www.nahimunkar.org/meratakan-azab-membiarkan-muslim-ikut-valentines-day/

 

Semoga bermanfaat tulisan singkat ini, barakallahu fikum.

 

✍� Ditulis Oleh:

Al-Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal, S.Pd, M.Pd.I حفظه اللّٰه تعالى

(Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan)

 

Diedit oleh Ramadhan Abu Ghifary, S.Kom

 

Jakarta, 20 Januari 2020 ditulis ketika hujan deras, Allahumma Shoyyiban Nafi’an (Ya Allah, memohon agar hujan ini bermanfaat bagi manusia, hewan dan tumbuhan), Aamiin Ya Mujibas Sa’ilin

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.