Merawat Fitrah Anak Perempuan

0 222

Judul: Merawat Fitrah Anak Perempuan

Judul Asli: تربية البنات في البيت المسلم

Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut

Penerbit: Maskara Media, Jakarta

Tahun: 2019, cet.1

Tebal: 172 halaman

ISBN: 978-623-90542-1-2

Peresensi: Alifia Madjid

 

Kiblatmuslimah.com – Buku ini satu paket dengan buku Merawat Fitrah Anak Laki-Laki. Buku tentang anak laki-laki dilengkapi dengan tahapan penanaman leadership (kepemimpinan), seperti berkemah dengan segala aktivitasnya, untuk usia SD hingga mahasiswa. Berisi juga tahapan mengikat hati dengan masjid sejak dini.

 

Buku seri kedua yakni Merawat Fitrah Anak Perempuan sarat akan bantahan paham feminisme. Perempuan diciptakan bukan untuk setara dengan laki-laki, akan tetapi melengkapi. Dilihat dari penciptaannya, akal dan perasaan yang berbeda, bukan tanpa tujuan. Semua hardware (sifat jasadi) itu dicipta sesuai dengan tujuannya masing-masing. Ayah punya tugas menjadi khalifah untuk seluruh dunia, sedangkan ibu menyiapkan generasi terbaik sebagai penerusnya.

 

Diawali dengan pemahaman bahwa madrasah pertama berasal dari rumah, sebab fitrah wanita adalah mendidik buah hati. Disebutkan pula kriteria wanita muslimah, sehingga para ibu tahu, sosok wanita yang akan “dicetak” untuk buah hatinya nanti.

 

Dari rumah, ketaatan pada Penciptanya mulai diajarkan secara bertahap. Didukung dengan memberikan kisah-kisah tentang para qonitat (muslimah taat) yang terekam dalam sejarah pada anak. Selanjutnya melatih buah hati hidup sederhana, karena boros dan konsumtif bukanlah ciri wanita muslimah.

 

Selanjutnya adalah melatih anak menjadi calon ibu pendidik. Tak sekadar mencetak anak shalihah (baik), akan tetapi juga mushlihah (memperbaiki). Dijelaskan pula bagi ibu RT yang terpaksa bekerja, boleh kok, asal … (Hehe, baca sendiri, ya).

 

Selain itu, anak juga diajarkan cara melayani suaminya kelak dengan baik, menjadi istri yang taat dengan memahami tugas dan fitrahnya; Suami adalah pemimpin. Semuanya dijelaskan secara aplikatif. Bahkan sandiwara receh antara ayah dan ibu saat anak meminta pendapat ke ibu. Ibu menjawab, “Tanya Ayah saja, beliau yang berhak memutuskan”. Walau sekedar memilih sepatu!

 

Terakhir, tahapan berlatih untuk berhijab sejak dini, memilih sekolah yang tepat, pendidikan ruhiyah saat ia remaja, hingga keterampilan yang bisa ia lakukan di rumah agar tetap produktif.

 

Menurut saya, ini paket komplit bagi calon ibu yang ingin mengembalikan kejayaan Islam kembali, meletakkan anak sesuai fitrahnya. Ketika pembagian tugas dijalankan dengan maksimal, maka tujuan utama terciptanya masyarakat berperadaban yang hanya meng-Esakan Allah semata yang dimulai dari lingkup terkecil (keluarga) akan tercapai. In syaa Allah.

 

#BacaYuk #ResensiApril

Leave A Reply

Your email address will not be published.