Menyusui selama Dua Tahun Penuh

0 107

Kiblatmuslimah.com“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

 

Dalam Qur’an surat Al-Baqarah ayat 233 ini, sesungguhnya Allah  telah memberikan petunjuk tentang masa menyusui bagi ibu untuk anaknya, yaitu selama dua tahun. Pun dalam ilmu kesehatan bahwasanya menyusui selama dua tahun adalah masa terbaik bagi ibu maupun anak.

 

Di Indonesia, tetap menyusui hingga anak berusia dua tahun termasuk dalam program PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak). Program PMBA ini dimulai dari bayi baru lahir akan dikenalkan secara dini tentang menyusu pada ibu, kemudian diberikan air susu ibu (ASI) secara ekslusif yaitu selama enam bulan pertama. Dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang direkomendasikan oleh pakar. Selanjutnya adalah tetap memberikan ASI hingga anak berusia dua tahun.

 

Departemen kesehatan Indonesia mengatakan bahwa pemberian makanan yang baik sejak bayi lahir hingga usia dua tahun merupakan salah satu upaya untuk menjamin kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak anak. Tentu saja pemberian ASI selama dua tahun penuh ini mempengaruhi gizi seorang anak, karena ASI adalah yang terbaik.

 

World Health Organization (WHO)/ United Nations Children’s Fund (UNICEF) mengatakan lebih dari 50% kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi. Dua pertiga di antara kematian tersebut disebabkan oleh praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak.

 

Maka dari itu, seorang ibu hendaknya memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk menyempurnakan penyusuan hingga dua tahun. Terlebih ada anjuran dari Allah Subhanahu wa ta’ala dalam kitab-Nya dan juga ajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.

 

Terbukti pada kisah wanita Ghamidiyah yang berzina, Nabi bersabda kepadanya, “Pergilah dan susui bayimu hingga engkau menyapihnya.” Akhirnya setelah selesai masa penyapihan, Nabi menyuruh agar anak itu dirawat oleh salah seorang kaum muslimin. Baru setelahnya tegaklah had bagi wanita Ghamidiyah tersebut.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil ibrah bahwa menyusui bayi adalah kewajiban bagi seorang ibu. Seberat apapun keadaannya. Seorang muslimah yang baik tidak akan menggantikan penyusuan alami dengan penyusunan buatan, kecuali karena halangan syar’i.

 

Jika kita perhatikan lagi dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 Allah berfirman, “Bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” Sebenarnya Allah sedang mengabarkan kepada kita bahwa dua tahun ini adalah periode emas baik dari segi kesehatan maupun kejiwaan bagi anak. Ini adalah salah satu perjuangan wanita dalam Islam di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

 

Perlu diingat bahwa menyusui itu tidak hanya sekadar memberi ASI. Amru bin Abdillah pernah berkata kepada istrinya, “Janganlah kau susui anakmu seperti binatang yang hanya didorong oleh kasih sayang kepada anaknya saja. Akan tetapi susui anakmu dengan niat mengharap pahala dari Allah dan dia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan dia kelak akan menauhidkan dan menyembah Allah.”

 

Bersyukurlah wahai Ibu, penuhilah hak anakmu dalam persusuan karena ini adalah kewajibanmu. Semoga Allah memberi kemudahan.  Wallahu ‘alam bish shawab.

 

Penulis: Nur Fadhilah, Amd Keb

Editor: UmmA

 

Sumber:

http://gizi.depkes.go.id/pelatihan-pemberian-makan-bayi-dan-anak-pmba

Muhammad Suwaid. 2016. Mendidik Anak bersama Nabi. Solo: Pustaka Arafah. Hal. 96-101.

Leave A Reply

Your email address will not be published.