Menyapih dengan Cinta

0 93

Kiblatmuslimah.com – Seorang ibu mempunyai kewajiban untuk memberikan ASI pada anaknya. Secara kesehatan, ASI ekslusif diberikan sampai bayi usia 6 bulan dan selanjutnya bayi akan mengenal MP-ASI sambil tetap diberikan ASI. Masa  ini akan berlanjut terus sampai saatnya untuk melakukan penyapihan. Ada pendapat yang menjelaskan bahwa penyapihan dilakukan sampai bayi berusia dua tahun. Ada pula yang berpendapat, sampai bayi tidak mau sendiri untuk menyusu (bisa 1,5 tahun atau 2 tahun lebih). Akan tetapi Al-Qur’an menjelaskan ketentuan masa penyusuan itu berakhir.

Dalam QS. Al-Baqoroh: 233, Allah berfirman:

۞ وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan penuh. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, begitu pula seorang ayah karena anaknya dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa antara keduanya.

Menyusui bukanlah hal yang mudah. Apalagi menyapih anak, bukan juga suatu yang mudah. Sering kali terjadi problem saat memasuki masa penyapihan. Ibu sering mengalami gangguan fisik, seperti badan panas dingin, payudara bengkak, anak pun juga menjadi rewel, hubungan psikologis anatara ibu dan anak terganggu bahkan sampai timbulnya stres saat menyapih.

Perlu diketahui bersama bahwa proses menyapih buah hati adalah suatu bentuk kasih sayang kita terhadapnya. Tidak perlu ada perasaan kita menyakiti dan membuat bayi rewel. Oleh karena itulah, kita perlu mengetahui hakikat menyapih buah hati kita tanpa ada problem. Ibu tidak mengalami gangguan fisik dan bayi juga melepas payudara ibu dengan sendirinya, tanpa paksaan.

Bagaimana melakukan penyapihan

Menyapih dengan cinta biasa disebut juga dengan Weaning With Love atau disingkat WWL. Ada dua tahapan dalam melakukan penyapihan pada anak, tidak memberikan ASI dan menggantikan. Setelah ibu menghentikan ASI secara bertahap maka berikanlah bayi anda makanan pengganti yang lebih padat, susu atau bentuk menu emosional yang lain. Berikut ini beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk melakukan penyapihan:

  1. Menyapih dari orang ke orang, bukan dari orang ke benda

Jangan mengandalkan boneka, guling atau pun mainan plastik untuk menggantikan payudara ibu. Saat bayi mulai melepaskan kenyamanan dari payudara ibu, mulailah untuk memberikan santapan emosional bentuk lain seperti pelukan, ciuman, usapan, cerita atau dongeng. Selain itu ibu juga bisa mengalihkan pada orang lain dalam hal ini ayah. Ayah mempunyai peranan yang penting untuk menyukseskan proses penyapihan. Ketika anak rewel meminta ASI maka ayah bisa menghibur dan mengalihkan dengan permainan yang lain.

 

  1. Melakukan penyapihan secara perlahan dan bertahap

 

Jangan menyapih dengan cara meninggalkannya, memberikan merah-merah untuk menakuti bayi ataupun mengolesi sesuatu yang pahit pada areola ibu. Cara penyapihan bayi secara mendadak akan membuat bayi mengalami stres berlebihan.

 

Kunci penyapihan yang sehat adalah dengan bertahap. Ibu bisa mengurangi frekuensi menyusui bayi, mulai dari dua kali sehari saat tidur siang dan malam saja. Beberapa waktu kemudian menjadi satu kali sehari saat tidur malam saja. Sampai akhirnya bayi tidak mau menyusu sendiri. Pada pagi maupun siang, saat bayi biasa menyusu, alihkan dengan permainan yang lain atau kenalkan tentang rasa, tekstur maupun bentuk lain dari makanan pendamping ASI.

Penyapihan bertahap ini akan membuat ibu nyaman. Karena secara bertahap, produksi ASI akan berkurang. Sehingga ibu terhindar dari bendungan ASI atau bahkan mastitis (radang payudara).

  1. Tambahkan pemberian MP-ASI

Berikanlah MP-ASI lebih banyak, 3-4 kali sehari untuk mengurangi pemberian ASI pada siang hari.

  1. Mengembangkan alternatif-alternatif kreatif

Untuk melakukan penyapihan menjelang bayi tidur, dapat dimulai dengan mematikan acara TV yang membuat bayi terjaga. Perdengarkan lantunan ayat Al-Qur’an dan juga matikan lampu. Selanjutnya ceritakan kisah-kisah yang menarik sampai bayi tertidur.

Akhirnya penyapihan menjadi sesuatu yang mudah untuk dilakukan, bila ibu mengembangkan pilihan-pilihan yang kreatif dan bertahap. Apabila ibu secara otomatis menyodorkan payudara untuk meredakan tangisnya, akan menjadi lebih sulit lagi bagi bayi untuk menyelesaikan hal lainnya, di saat usianya bertambah. Selamat mencoba!

Penulis : Ivadilla Azzahra

Leave A Reply

Your email address will not be published.