Menjadi Istri Qurrotu A’yun

0 192

100Kiblatmuslimah.com – Visi dan misi pernikahan menjadi salah satu hal yang penting dalam berjalannya kehidupan pasangan suami dan istri. Keduanya menentukan arah dan langkah perjalanan rumah tangga. Visi adalah sesuatu yang ingin diraih (want to be), misi adalah langkah untuk meraihnya (how to be).

Jika belum menikah, kita perlu menetapkan visi dan misi yang kuat akan perjuangan pernikahan untuk mencapai ridha Allah Ta’ala. Jika sudah menikah, barangkali perlu meluruskan atau bahkan merevisi visi dan misi pernikahan, agar Allah senantiasa ridha akan pernikahan kita.

Dalam konteks materi ini, perlu ditekankan bahwa qurrotu a’yun tidak hanya dimaknai sebagai kecantikan fisik dan kesehatan jasmani. Sedangkan materi kali ini kita membahas qurrotu a’yun dari segi kesehatan saja.

Sebelum masuk ke inti, berikut pernyataan Imam al-Qurthubi tentang definisi istri qurrotu a’yun, “Jika ia memiliki seorang istri, niscaya berkumpul dalam dirinya angan-angan kepada istrinya berupa kecantikan, harga diri, pandangan, kewaspadaan”.

Definisi cantik, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, paling menaati suaminya jika diperintah, tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasa’i no. 3231, dinilai shahih oleh Syaikh Albani).

Kecantikan Lahir

Untuk dapat menjalankan perintah Rasul dalam hadits di atas maka perlu memperhatikan kecantikan lahir seperti:

  1. Berhias (dengan tujuan untuk suaminya), berarti kita berhias hanya di dalam rumah. Barangkali kita perlu bertanya kepada suami “apa dan bagaimana bagian yang perlu dihias”. Ada jenis suami yang lebih suka istri tampil polos, apa adanya.
  2. Berhias dengan bahan yang halal. Jika suami menghendaki, maka pilihlah bahan yang halal untuk digunakan.
  3. Rajin merawat diri tanpa mengubah ciptaan Allah. Perawatan diri paling mudah adalah mandi sehari 2x, bersisir, memakai wewangian ketika di rumah, potong kuku setiap hari Jum’at, memotong bulu kemaluan seperti yang disunnahkan.
  4. Menjaga pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan kulit. Minum air putih minimal 8 gelas perhari agar kulit ter-rehidrasi (mencegah kerusakan sel, agar tak mati). Menjaga pola makan sesuai kaidah gizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral).

Kecantikan Batin

Selain kecantikan lahir di atas maka harus memperhatikan kecantikan batin. Berikut contohnya:

  1. Berwudhu.
  2. Menghilangkan sifat pemarah, sombong, iri dengki.
  3. Shalat tepat waktu, banyak membaca al-Qur’an.
  4. Memperbanyak shalat dan puasa sunnah.
  5. Memperbanyak amal kebaikan, menyayangi anak yatim, dan tidak melakukan perbuatan maksiat.
  6. Menutup aurat.
  7. Mengutamakan kecantikan batin.

 

Menjaga Organ Reproduksi Wanita

Dalam materi ini, kita juga akan membahas tentang cara menjaga organ reproduksi wanita. Hal ini wajib diketahui oleh setiap wanita untuk menyenangkan suami dan upaya regenerasi pejuang Islam di masa depan.

Selain manfaat di atas, manfaat jangka pendek merawat organ reproduksi yaitu dapat mencegah terjadinya penyakit seperti jamur dan bakteri sehingga vagina tetap bersih, nyaman dan sehat, mencegah munculnya bau tak sedap, gatal-gatal dan keputihan.

Caranya:

  1. Menjaga miss V tetap kering dan tidak lembab.
  2. Cara cebok yang benar adalah dari depan ke belakang.
  3. Mengganti celana dalam sehari 2 kali saat mandi.
  4. Mencukur bulu yang tumbuh di miss V.
  5. Pada saat haid, mandi dan buang air kecil mengganti pembalut secara teratur minimal 2-3 kali sehari.
  6. Menghindari penggunaan pakaian dalam yang ketat.
  7. Setiap selesai BAB, BAK dan mandi; membasuh bagian di antara bibir vagina menggunakan air bersih dan sabun lembut. Tidak menggunakan alat pembersih kimiawi tertentu.
  8. Menjaga selaput dara tetap utuh, yaitu tidak memasukkan barang-barang apapun termasuk jari tangan ke dalam lubang vagina.

Perdapuran Sehat

Selanjutnya tentang perdapuran sehat. Apakah seorang istri harus pandai memasak? Tentu saja, tidak. Namun Allah menyediakan pahala yang berlimpah bagi seorang istri yang memasak dengan niat  mendapatkan menu makanan yang sehat, halal dan thayyib untuk keluarga.

Hal ini bisa disesuaikan dengan kondisi rumah tangga masing-masing. Salah satunya adalah manajemen keuangan. Barangkali di suatu rumah tangga, memasak menjadi solusi agar manajemen keuangan aman. Bisa jadi, hal itu tidak berlaku bagi rumah tangga lain. Istri perlu mengukur kemampuan finansial dalam hal kebutuhan makan, sedikit-cukup dan banyak-ada sisa.

Tentu saja, memasak memiliki nilai kepuasan yang lebih daripada beli. Dalam hal protein hewani sembelihan, kita pun bisa benar-benar memastikan pedagang yang sembelihannya sesuai syariat. Selain itu, memasak bisa membuat kita tidak jenuh dengan masakan warung yang begitu saja. Tentu saja kalau kita memiliki variasi menu harian sehat yang berpedoman dengan gizi seimbang.

Sebuah konsep yang harus diketahui yaitu tidak ada satu bahan makanan yang mengandung seluruh kebutuhan gizi. Sehingga perlu mengombinasikan satu bahan dengan lainnya (berganti-ganti). Ini yang disebut gizi seimbang. Untuk bisa merealisasikan rencana masak itu, kita perlu membuat daftar belanja dan jangan lupa memilih bahan berkualitas (tidak harus mahal).

Saat ini banyak sekali akun media sosial yang membagikan resep baru dan mudah untuk dieksekusi. Hal  yang paling penting adalah percaya diri, cermat dan teliti. Selain itu, perhatikan kebersihan dapur dan meja makan agar nyaman digunakan. Istri mungkin perlu mempelajari food preparation untuk menjaga bahan makanan tetap awet di kulkas. Terlebih bagi istri yang masih harus bekerja di luar rumah.

Tidak perlu diragukan lagi bahwa keahlian memasak selain dapat memuaskan suami, juga bisa menjadi solusi untuk memperoleh pemasukan tambahan.

 

Sumber: Materi Sekolah Pra Nikah Kiblat Muslimah yang disampaikan oleh dr. Meti Dewi Astuti

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.