Menikmati Rasa Sakit

0 307

Kiblatmuslimah.com – Memandang sesuatu dengan kaca mata keimanan merupakan cara untuk merubah musibah menjadi nikmat. Orang yang sakit sejatinya dia mendapat musibah. Namun orang yang beriman sangat paham bahwa musibah yang terbesar bukanlah rasa sakit di badannya. Tapi musibah yang terbesar yaitu ketika Allah mencabut nikmat iman yang ada di hatinya.

Sakit akan menjadi nikmat ketika mengetahui bahwa hal tersebut bukan karena Allah membenci tapi sayang. Setiap rasa sakit yang kita rasakan merupakan cara Allah untuk menggugurkan dosa-dosa. Seperti yang Rasulullah sabdakan dalam sebuah hadist:

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terusmenerus, kepayahan, penyakit, dan kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573)

Bukankah sebuah kenikmatan ketika mengetahui bahwa Allah akan menghapus dosa-dosa kita? Dosa yang mungkin tidak akan terhapus melainkan dengan rasa sakit tersebut. Bisa jadi anggota tubuh yang telah Allah titipkan, kita gunakan untuk bermaksiat dan melanggar larangan Allah.

Pastinya kita mengakui bahwa sering kali anggota tubuh melakukan kemaksiatan. Telinga yang mungkin senantiasa digunakan untuk mendengarkan yang Allah haramkan, tangan mendzalimi orang lain, dan kaki untuk melangkah ke tempat-tempat yang Allah murkai dan banyak lagi kemaksiatan-kemaksitan yang telah dilakukan.

Maka yang harus kita lakukan ketika sakit menghampiri adalah mensyukurinya. Hal yang membuat kita bisa mensyukurinya adalah dengan memandang musibah menjadi anugerah. Itu tidaklah mudah, ada iman yang berperan di sana. Keimanan yang menyakini akan janji-Nya bahwa apabila seseorang sakit maka Allah akan menyembuhkannya sesuai dengan firman:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku,” (QS. Asy-Syu’araa: 80)

 

Rasa sakit akan berakhir insya Allah, kalaupun tidak di dunia maka di akhirat. Kenikmatan yang hakiki ketika Allah telah menghapus dosa-dosa kita melalui rasa sakit yang dirasakan di dunia. Bersabarlah dan berprasangka baiklah dengan ketetapan Allah karena yang telah Allah tetapkan, itulah yang terbaik buat kita. Katakanlah, “Khoir Insya Allah”.

 

Penulis: Syifa Azzahra

Editor: UmmA

Leave A Reply

Your email address will not be published.