Mendidik Anak Remaja

0 137

Kiblatmuslimah.com – Siapa remaja itu? Remaja merupakan sosok yang istimewa. Remaja bukan anak-anak tetapi juga bukan orang dewasa. Masa remaja adalah suatu masa peralihan bagi setiap orang dari anak-anak menuju dewasa. (Farzaneh Samadi, 2004: 19)

Remaja dalam bahasa latin disebut dengan “adolensence” yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Kata adolensence sendiri mempunyai arti yang luas; mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. (Singgih D. Gunarsa, dan Yulia Singgih D. Gunarsa, 2008: 201). Sehingga proses untuk mendidik mereka pun tidak bisa kita samakan dengan anak-anak yang berusia 1-12 tahun.

Remaja adalah penggerak dan peubah sebuah peradaban. Seorang remaja yang tumbuh menjadi pemuda yang baik, Allah telah menjanjikan kepada mereka perlindungan di hari saat hanya ada naungan-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allâh di bawah naungan ‘Arsy pada hari tidak ada naungan selain naungan Allâh Azza wa Jalla. (Yaitu): Imam yang adil; Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allâh Azza wa Jalla; Seorang laki-laki yang mengingat Allâh dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada azab Allâh); Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allâh; Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allâh Azza wa Jalla; Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang memiliki kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh’; Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

 

Cara Mendidik Remaja

Ali bin Abi Thalib membagi sistem pendidikan anak menjadi tiga fase.

  1. Anak usia 1-7 th. Pada usia ini anak diperlakukan sebagai raja, harus senantiasa dilayani. Bak seorang raja yang harus senantiasa dilayani oleh para abdi dalem-nya.
  2. Anak usia 8-14 tahun. Pada masa ini anak diperlakukan seperti tawanan. Di sini masa yang tepat bagi ayah, bunda, atau pendidik lainnya seperti guru untuk memberikan penghargaan/hadiah atas prestasi yang diperoleh anak, termasuk hukuman ketika bersalah.
  3. Anak usia 15-21 tahun. Pada usia ini seorang anak telah memasuki masa remaja. Seorang anak sudah tidak bisa diperlakukan seperti raja ataupun tawanan. Namun, harus diperlakukan seperti seorang menteri atau wazir. Pendidik, baik orang tua ataupun guru di tempat belajar, harus memperlakukannya sebagai seorang sahabat. (M. Zainul Hasani Syarif, Pendidikan Islam dan Moralitas Sosial, Upaya Preventif-Kuratif Dekandasi Moral dan Kehampaan Spiritual Manusia Modernis, 2020/85-86)

 

Bangunlah Komunikasi yang Baik!

Sering membangun komunikasi interaktif dengan mereka, merupakan salah satu langkah tepat dalam menjalin hubungan yang baik. Semakin terbuka dalam bercerita akan kesehariannya, maka orang tua atau guru lebih mudah untuk masuk dan menasihati. Agar tidak berperilaku menyimpang ketika berada dalam lingkungan pergaulannya. Dengan terbukanya mereka, artinya kepercayaan dalam diri kepada orang tua atau guru telah terbangun. Cukup bagi kita, menjadi pendengar yang baik untuk mereka.

Remaja Perlu Dipahamkan

Dalam memberikan peraturan kepada mereka, kita pun harus memahamkan dan memberikan alasan yang jelas terkait adanya peraturan tersebut. Misalnya ketika di rumah, ibu melarang anak usia remaja untuk tidak pulang ke rumah terlalu malam. Ibu harus menjelaskan dan memahamkan anaknya alasan tidak dibolehkan pulang terlalu malam. Begitupun dalam menegur kesalahannya, kita tidak bisa menegurnya di depan umum. Perasaannya lebih sensitif dan hal itu akan menjatuhkan mental mereka. Ajaklah mereka ke sebuah tempat yang nyaman untuk berbincang dan tegurlah secara interpersonal, atau private.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, kunci dari mendidik remaja adalah dengan senantiasa membangun komunikasi yang baik dan interaktif. Mendidik mereka bukan dengan dikekang ataupun dibebaskan begitu saja, tetapi harus tarik ulur. Mereka adalah sosok yang selalu membutuhkan pemahaman yang lebih terhadap segala hal yang ada di sekitarnya. Termasuk jika itu berupa sebuah peraturan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi para orang tua juga guru dalam mendidik anak-anaknya. Khususnya ketika mereka telah memasuki fase remaja ini.

Dari saya yang masih belajar. (Khadijah Hana)

 

Referensi:

  1. Zainul Hasani Syarif. 2020. Pendidikan Islam dan Moralitas Sosial, Upaya Preventif-Kuratif Dekandasi Moral dan Kehampaan Spiritual Manusia Modernis. Jakarta: Kencana.

 

Farzaneh Samadi. 2004. Bersahabat dengan Putri Anda. Terj. Ahmad Ghazali. Jakarta: Pustaka Zahra.

Singgih D. Gunarsa, dan Yulia Singgih D. Gunarsa. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT. BPK. Gunung Mulia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.