Mempersiapkan Pemuda Ar Rasyid yang Cerdas Mengelola Harta

0 62

Kiblatmuslimah.com-Siapa Ar Rasyid? Ar Rasyid adalah para pemuda yang memiliki sifat Ar Rusyd.Apa itu Ar Rusyd? Jawabannya ada didalam Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 5-6,

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik!”(QS. Annisa: 5)

“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin! Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya! Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa! Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, Maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).”(QS. An Nisa: 6)

Dalam ayat tersebut terdapat kata Rusydan yang dalam terjemahannya berarti cerdas (pandai memelihara harta). Sekaligus ayat tersebut menyebutkan lawannya As Sufaha’ yang dalam terjemahannya yaitu orang yang belum sempurna akalnya.Harta merupakan alat ukur bagi seseorang telah memiliki sifat Ar Rusyd atau belum.Sikap pemuda terhadap harta, mencerminkan kualitas akal dan hati mereka. Akal dan hati selalu mengirimkan perintah yang tampak pada pergerakan anggota tubuh.

Mereka yang telah baik dalam mengendalikan harta, mendapatkannya, membelanjakan, menyimpannya dan mengembangkannya, pasti memiliki akal yang sehat dan hati yang jernih.Mereka telah mampu membedakan yang manfaat dan yang membahayakan. Mereka visioner, memandang jauh ke depan, bukan kesenangan sesaat. Mereka mampu merencanakan dengan baik. Mereka mampu menahan gejolak syahwat. Maka generasi Ar Rasyid adalah generasi yang layak mendapatkan amanah besar di bumi ini. Karena di tangan merekabumi bisa dimakmurkan, bukan dirusak.

Apa yang bisa orang tua lakukan untuk mempersiapkan putra-putri agar termasuk Ar Rasyid?

Pertama, membekali anak-anak kita dengan agama. Baiknya agama seorang pemuda, memudahkan ia memiliki sifat Ar Rusyd. Sebagaimana kata Ar Rusyd dalam Al Qur’anmemiliki beberapa arti. Selain baik dalam mengatur harta,juga iman dan tauhid, hidayah dan istiqomah, baik serta manfaat, lalu kebenaran.

Kedua, orang tua harus melatih anak-anaknya mengendalikan harta dalam jumlah kecil sejak sebelum baligh. Jika telah baligh, orang tua harus mulai meningkatkan latihan mengendalikan harta dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini untuk menganalisa kemampuan anak dalam mengelola harta dengan baik.

Jika anak dinilai telah baik dalam mengendalikan dan mengembangkan harta, maka mereka telah lulus dari sifat As Safahah dan memiliki sifat Ar Rusyd. Sehingga mereka telah layak mengendalikan hartanya sendiri. Sedangkan mereka yang tak kunjung memiliki sifat Ar Rusyd, tidak diijinkan Islam untuk diserahi amanah harta besar.

Mendidik anak mengatur harta dimulai dengan mengajarkan anak tentang prioritas. Ajarkan kepada anak bahwa kebutuhan tidak sama dengan keinginan! Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ”Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana diperolehnya dan kemana dibelanjakannya,sertatentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”(HR. At Tirmidzi)

Tentang membelanjakan harta, arahkan anak sesuai QS. Al Baqarah ayat 272,”Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhoan Allah! Dan harta baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya.”

Sementara sebaik-baik cara mengatur pembelanjaan harta adalah dengan mengikuti petunjuk Allah.Sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Furqan ayat 67, “Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian.

Teknis mengajarkan anak mengatur harta, bisa kita ambil dari nasihat Khalid Asy Syantut:

  1. Jangan memberi uang kepada anak tanpa sebab.
  2. Biasakan anak menabung dari kecil.
  3. Anak usia madrasah/SMP baru diberi uang saku. Beri pemahaman bahwa ia bertanggungjawab atas sesuatu yang dibelinya. Hal itu dilakukan setelah bermusyawarah dengan orang tua. Anak usia SMA diberi tambahan jumlah uang saku dari sebelumnya. Konsekuensinya ada tambahan tugas di rumah atau di luar rumah.
  4. Sejak akhir masa kuttab/SD dan sepanjang masa madrasah/SMP-SMA, anak diajarkan untuk menulis rencana dan laporan pertanggungjawaban pemakaian uang mereka. Tentu dengandikontrol oleh orang tua. Beri penghargaan bila perencanaan mereka baikdan beri hukuman bila buruk.
  5. Biasakan anak berinfak.

Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita, menjadi teladan bagi anak-anak. Sehingga anak-anak menjadi Ar Rasyid yang lebih baik dari kita, aamiin.

Disadur dari materi kuliah Parenting Nabawiyah oleh UstadzahPoppy Yuditya

By. Shofi

Leave A Reply

Your email address will not be published.