Membangun Kekuatan Muslimah dalam Menghadapi Tantangan Zaman

0 179

Kiblatmuslimah.com – Jakarta, Jum’at (03/02) Diadakan tabligh akbar bersama Ummi Pipik, Neno Warisman, Peggy Melati Sukma, Nia Paramita, Ummi Yusdiana, dan Indadari. Acara ini diselenggarakan oleh panitia Masjid Raya Pondok Indah yang dikhususkan untuk kaum wanita.

Tabligh akbar ini dihadiri para remaja putri, mahasiswi, dan ibu-ibu taklim dari berbagai kota di antaranya Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya. Kehadiran para narasumber dengan semangat mengisi ruh dan jiwa serta membawakan nuansa baru. Acara dengan tema “Membangun Kekuatan Muslimah dalam Menghadapi Tantangan Zaman” bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman dan aqidah (keyakinan) serta mempererat tali ukhuwah.

Rangkuman Materi

Dunia ini tempatnya ujian antara kesedihan dan kebahagiaan, dan keduanya kembali kepada agama. Karena sesungguhnya Allah telah meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanya ada pada pada agama Islam. Sejauh mana seseorang mengamalkan agama dengan sempurna, sejauh itulah ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Dan sejauh mana seseorang yang meninggalkan agamanya maka sejauh itu pula ia akan merugi dan sengsara dunia akhirat.

“Barang siapa tidak perduli dengan nasib agama, berarti ia tidak punya agama. Barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam di timpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka.” (Imam Al Ghazali)

“Kedzaliman akan terus ada. Bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.” (Ali bin Abi Thalib ra)

Paling awal kita wajib bersyukur telah diberi kekuatan oleh Allah. Semoga dengan cara membangun diri kita dan menghargai segala yang telah Allah karuniakan dalam jasad dan ruh kita dengan memanfaatkan sebaik-baiknya. Karena semua yang ada di alam semesta ini murni milik-Nya. Dan yang membedakan antarmanusia di muka bumi ini hanyalah ketakwaan.

Apabila kita gelisah maka bangunlah kekuatan ruh dengan makanan ruh. Begitu pula bangun kekuatan jasad dengan makanan jasad. Makanan tersebut seperti berdzikir, baca Al-Qur’an, puasa, shalawat, tafakkur dan lain-lain.

Apabila kita gelisah belum update status di facebook, instagram dan berbagai sosmed lainnya, kita boleh tanya pada diri kita, “Gelisah tidakkah karena belum update status di hadapan Allah hari ini dengan dzikir kita, shalat kita, bacaan Qur’an kita?” Ini sebab kita menyadari bahwa jasad dan ruh ini masih hidup.

Muslimah harus kuat naik peradaban. Sebagaimana sejarah Islam yang kita tahu, bahwa manusia yang pertama kali beriman adalah wanita yaitu, Khodijah radhiyallahu anha. Ketika Nabi Muhammad membawa risalah Allah dan beliaulah manusia yang menyatakan Islam pertama kali, lalu berjuang bersama Nabi.

Tidak ada alasan bagi perempuan Islam untuk tidak mewarnai peradaban. Islam ini rahmatan lil alamin, muslimah harus kuat naik peradaban. Wahai para wanita, dalam menghadapi tantangan zaman ini, yang wajib kita jaga mulai dari amalan-amalan kecil kita. Maka dengan ini mantapkan hati kita untuk berjuang dan bertawakal kepada Allah.

Perbedaan adalah rahmat kecuali enam hal yaitu, Tuhan kita Allah, Rasul kita Muhammad, kitab kita Al-Qur’an, syahadat kita sama yaitu asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah, mencintai nabi Muhammad saw beserta sahabatnya, tabi’in dan tabiut tabi’in. Dengan ini kita jaga persatuan kita sebagai umat Islam.

Dengan izin Allah, kebangkitan umat Islam dari timur telah tampak. Semoga kita akan mewarnai saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Rohingnya dsb. Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk mengikuti gerakan perjuangan saudara-saudara kita di berbagai penjuru dunia. Maa syaa Allah Islam itu hidup. Kalau kita dihajar dan diserang dari semua arah, hal ini menunjukkan bahwa mesin dakwah Islam itu bekerja.

Sejak dahulu kala perjuangan Islam tidak pernah kosong dari nama-nama kaum wanita. Apapun profesi kita hari ini tidak terlepas dari seorang pendidik untuk mempersiapkan generasi-generasi militan untuk menegakkan kebenaran. Baik mendidik anak-anak kita maupun masyarakat. Inilah salah satu bentuk kekuatan yang harus kita bangun.

Perjuangan kita hari ini belum tentu selesai oleh generasi kita, boleh jadi kita sudah wafat. Sedangkan pertarungan haq dan batil belum usai. Hari ini telah tampil di tengah-tengah kita seorang ulama besar Habib Riziq dan yang melahirkan beliau adalah seorang wanita.

Dengan kita ataupun tanpa kita, Islam akan tetap berjaya. Tinggal bagaimana dan di posisi mana kita akan mengambil peran dalam perjuangan tersebut. Janganlah heran pertarungan kebenaran dan kebatilan itu sudah ada sejak zaman dahulu kala di awal penciptaan manusia, yaitu pertarungan antara Adam dan iblis. Hal tersebut berlanjut, begitu juga seperti nabi Musa dan Fir’aun. Bahwasannya pertarungan ini tidak akan berhenti hingga datangnya hari kiamat.

fatma561

Leave A Reply

Your email address will not be published.