Masya Allah, Kejaiban Menulis Tangan Ini Manfaatnya!  

0 233

Kiblatmuslimah.com – Kala itu saya bertamu di rumah seorang sahabat. Beliau mengenalkan kedua orang tuanya, Akung dan Uti, begitu saya memanggil keduanya. Waktu itu, saya melihat Akung sedang menulis di sebuah tumpukan kertas cover (sampul) kardus yang dijilid dengan steples dan lakban.

 

Akung berusia 85 tahun, sedangkan Uti berumur 75 tahun. Di sini, saya ingin menceritakan tentang kisah keduanya yang bisa menjadikan ibrah.

 

Akung seorang Muslim yang masih sehat dan istiqamah melaksanakan kewajiban shalat lima waktu ke masjid naik sepeda kesayangan. Akung masih bisa buat pot-pot besar dari semen, Masya Allah. Akung orang yang tidak bisa diam, alias bukan termasuk kaum rebahan. Apa rahasianya, ya?

 

Apa karena seperti di awal tulisan saya tadi, ya? Waktu saya datang, beliau sedang menulis di kertas dengan pulpen. Akung rajin menulis tangan setiap hari. Beliau punya buku yang dijilid sendri.

 

Buku tersebut untuk mencatat apa saja yang menurutnya penting. Salah satunya, berita perkembangan covid. Akung mencatat setiap hari angka yang terkena covid. Hal lainnya, selalu mencatat jumlah terapi jinjit yang dijalani Uti tiap harinya sebanyak 50 kali, sweet, Masya Allah.

 

Apakah rahasia beliau masih sehat dan ingat karena kebiasaan selalu menulis tangan tiap harinya? Dengan izin Allah tentunya.

 

Yuk, kita kupas keajaiban menulis tangan. Manfaatnya apa saja?

 

Menurut Eduard Gentaz, seorang Profesor di bidang psikologi di Universitas Genewa, mengatakan bahwa menulis langsung menggunakan tangan merupakan aktivitas rumit yang membutuhkan berbagai keterampilan. Secara sederhana tulisan tangan adalah hasil dari gerakan singular seluruh tubuh yang unik.

 

Thierry Olive, peneliti di National Center for Scientific Research, di Paris, menulis dengan tangan melibatkan lebih banyak gerakan daripada mengetik. “Menulis dengan tangan merupakan kegiatan visual-spasial,” ujar Olive.

 

Dalam sebuah penelitian terbaru di Universitas Aix-Marseille, hasil pemindaian otak pada mereka yang diteliti menunjukkan bahwa menulis mengaktifkan pusat emosi pada otak, juga sistem visual dan motorik. Menulis kerap dijadikan sebagai terapi bagi mereka yang mengidap depresi atau trauma.

 

Menulis tangan meningkatkan kemampuan motorik, menenangkan kegugupan, memperlambat penuaan pikiran, merangsang kreativitas, mengurangi depresi dan kecemasan.

 

Banyak bukti yang kita lihat atau rasakan bahwa menulis dengan alat–dalam hal ini keyboard laptop– atau keypad smartphone memang tidak sehebat kemampuan pena dan kertas dalam membantu otak untuk fokus.

Waktunya kita mulai menulis dengan pena dan kertas dan rasakan keajaibannya. Kesenyapan, fokus dan tarian pena akan berkombinasi di dalamnya. Wallahu a’lam bish shawab

  • Bagi olshoper, jangan lupa mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan manual juga. Walau banyak aplikasi yang memudahkan. Jika kurang telaten, menulis nota juga salah satu aktivitas menulis manual.

 

By: Rika Ummu Sal

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.