Keutamaan Bulan Dzulhijjah

0 103

 

Kiblatmuslimah.com  Bulan Dzulhijjah datang menyapa dengan keutamaan-keutamaan yang ada padanya. Tak tergerakkah untuk melakukan amalan-amalan terbaik untuk mengisinya? Padahal Allah azza wa jalla telah sampaikan kepada kekasih-Nya Rasulullah dalam sabdanya,

“Tidak ada sebuah hari pun saat amal shalih lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dikerjakan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah

Para shahabat bertanya, Wahai Rasulullah, apakah tidak juga jihad fi sabilillah?

Rasulullah menjawab, Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali seseorang yang pergi berjihad membawa jiwa dan hartanya dan ia tidak pernah pulang kembali ke kampung halamannya (mati syahid). (HR. Bukhari no. 969)

Ini adalah kesempatan besar (jackpot) yang jangan sampai kita sia-siakan. Ibadah-ibadah sunnahnya lebih utama daripada ibadah-ibadah sunnah yang dilakukan pada hari selain 10 hari di awal Dzulhijjah. Shalat di 10 hari pertama lebih utama daripada sholat di keseluruhan tahun. Namun, tidak hanya shalat yang mendapat perlakuan khusus, begitu pula dengan puasa, dzikir, membaca Al-Qur’an, merendahkan diri kepada Allah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, mengunjungi orang sakit, mengiringi jenazah, berbuat baik kepada tetangga, memberi makan dan amalan-amalan lainnya.

Terhimpunnya sejumlah ibadah yang agung yang tidak terdapat pada hari lainnya, yaitu Haji dan Qurban. Pada bulan ini juga ada hari Arafah, pada hari inilah Allah telah menyempurnakan agama-Nya dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu kepadamu dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu. {QS. Al Maidah (5): 3}

Pada hari Arafah, Allah deklarasikan kepada hamba-Nya bahwa Allah telah menetapkan dan meridhai Islam sebagai agama kita. Hanya Islam dan bukan agama lain. Lantas agama lain bagaimana? “Bukankah telah berlalu sebelum kamu beberapa orang Rasul yang menyampaikan kebenaran kepadamu sedangkan kamu berpaling darinya”.

Maka suatu hal yang wajar jika banyak para penentang yang menjelek-jelekkan Islam, menjatuhkan nilai Islam saat kita menyiarkan Islam. Karena dahulu juga begitu, bahkan Rasul pun mereka bunuh. Sungguh terlalu dan tak patut. Sedangkan kita yang bukan siapa-siapa yang mencoba untuk menjalankan yang Rasul lakukan yaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran akan mendapati para musuh yang kejam adalah hal yang lumrah. Sungguh, kalian tidak akan bisa merusaknya, Allah akan senantiasa menjaga orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran.

{QS. Fushshilat (41): 30-31}

30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu!”

31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya yang kamu minta.

Jangan pernah gentar terhadap musuh-musuh Allah yang tak henti-hentinya membuat makar (tipu daya). Allah akan membalas tipu daya mereka dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. Wallahu alam.

 

(Hunafa Ballagho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.