Ketika Jatuh Cinta pada Pasangan Orang

0 78

Kiblatmuslilmah.com – Cinta adalah anugerah Allah yang bisa datang kapan saja dan dimana saja, bahkan terkadang tanpa permisi. Begitulah ungkapan yang sering kita dengar manakala mempertanyakan, “Mengapa bisa jatuh cinta?”

Sebagai manusia biasa, mencintai dan dicintai adalah sunnatullah. Karena cinta manusia tercipta di dunia ini.

Namun bagaimana jika kita jatuh cinta pada pasangan orang?

Seorang perempuan single jatuh cinta pada suami orang, menurut Islam tentu boleh-boleh saja. Asalkan cinta itu tetap pada koridor sesuai aturan syariat. Dalam aturan agama, para lelaki diperbolehkan memiliki istri hingga 4. Oleh karena itu mencintai suami orang dengan tetap berpegang pada aturan-aturan syariat, bukanlah suatu kesalahan. Dengan catatan tidak mengumbar hawa nafsu berlebihan atau bermaksud jahat memisahkan rumah tangga orang lain.

Takhbib atau merusak rumah tangga orang lain merupakan suatu dosa besar. Karena telah membantu iblis menyukseskan misi besarnya dalam menyesatkan manusia.

Sejauh ini, takhbib masih kerap disematkan pada perempuan yang umumnya disebut ‘Pelakor’. Padahal yang lebih berbahaya ialah seorang lelaki mencintai atau terobsesi pada perempuan bersuami. Berbeda dengan lelaki yang boleh memiliki hingga 4 istri; perempuan tidak mungkin “membagi” rumahnya untuk beberapa pria sekaligus.

Apa yang harus dilakukan jika terlanjur jatuh cinta dengan pasangan orang lain?

Pilihan pertama yang harus dilakukan adalah datang pada Allah. Dia Sang Pemilik cinta sejati. Mengadulah perihal semua perasaan yang ada dan memohon ampun atas segala khilaf. Berharaplah petunjuk terbaik dari-Nya. Hati kita sepenuhnya ada di dalam genggaman Allah. Kuasa Allah yang mampu membolak-baliknya. Bisa jadi rasa cinta yang muncul merupakan ujian untuk meniti tangga ketakwaan.

Kedua, simpanlah rasa itu untuk diri sendiri. Jangan pernah mengungkapkan kepada siapa pun. Bisa jadi iblis akan menghasut orang-orang yang mengetahui perasaan kita untuk menjerumuskan pada cinta buta.

Selanjutnya berempatilah pada pasangan orang yang kita cintai. Siapa tahu kelak kita berada di posisi mereka. Jika tahu ada orang lain berharap cinta berbalas dari pasangan sah kita, bagaimana perasaan kita?

Jika pun cinta itu tak bisa terbendung, pilihlah cinta dalam ikhlas. Ikhlas melihat dia yang kita cintai bahagia dengan pasangan sahnya. Semoga kita pun diberikan pasangan terbaik di sisi Allah.

“Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”

(QS. An-Nuur: 26)

Penulis: Ekadeffa

Leave A Reply

Your email address will not be published.