Keridhaan Abdullah bin Marzuq

0 43

Kiblatmuslimah.com- Diriwayatkan oleh Abu Sa’id dengan sanadnya, bahwasanya Abdullah bin Marzuq bersama Khalifah Al-Mahdi. Suatu hari ia minum dengan iringan hiburan dan musik hingga ia terlena. Tidak menjalankan shalat Zhuhur, Ashar dan Maghrib. Padahal ketika datang waktu-waktu shalat tersebut, ia sudah diingatkan oleh seorang jariyah (budak penghibur) yang menemaninya.

Ketika lewat waktu Isya’, si jariyah datang membawa arang yang masih berapi. Lalu meletakkannya di kaki Abdullah bin Marzuq. Ia pun panik dan berseru, “Apaini?”.

“Sepotong arang berapi dari api dunia. Bagaimana halnya dengan api neraka di akhirat?” jawab si jariyah.

Ia langsung menangis tersedu-sedu, menyesali perbuatannya. Kemudian bangkit menjalankan shalat.Ia terus terngiang-ngiang dengan kata-kata si jariyah. Ia tidak melihat sesuatu yang bisa menyelamatkannya, kecuali dengan meninggalkan semua yang ia miliki saat itu. Termasuk harta kekayaannya.

Ia merdekakan budak-budak wanitanya. Ia anggap halal orang-orang yang bertransaksi dengannya dan sedekahkan semua yang tersisa. Hingga ia harus berjualan sayuran untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Langkah tersebut diikuti oleh si jariyah.

Dalam suatu kesempatan, Sufyan bin Uyainah dan Fudhail bin Iyadh menemuinya. Di bawah kepalanya, mereka jumpai labinah (batu-batu). Padahal dibawahnya tidak ada sesuatupun.

Sufyan berkata kepadanya, “Tidak ada seorangpun yang membiarkan sesuatu untuk Allah, kecuali Allah akan menggantinya. Lalu apa gantimu atas semua yang telah kau tinggalkan?”

“Ridha dengan semua yang ada saat ini,” jawab Abdullah bin Marzuq mantap.

[Terjemah At-Tawwaabin, 162]

Referensi: Muhammad Khalid Tsabit. 2009.Quantum Ridha: Kemuliaan Pribadi terhadap Qadha’ Ilahi. Jakarta: Amzah. Hal: 313-314.

 

[PeniNh]

Leave A Reply

Your email address will not be published.