Kerajaan Kecil Keluarga

0 78

Kiblatmuslimah.com – “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kesejukan mata (penyenang hati) dari istri-istri kami dan keturunan kami serta jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa!” (QS. Al-Furqan ayat 75)

Setiap kita memiliki hak dan kewajiban. Kita akan dimintai atas kewajiban yang dibebankan di pundak kita, begitu pula dengan hak. Semua yang sudah kita lakukan dalam pemenuhan hak-hak kita selama hidup di dunia.

Abdullah bin Umar ra meriwayatkan, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Setiap orang di antara kalian adalah pengawas dan akan ditanyakan (diminta pertanggungjawaban) terkait dengan tanggung jawabnya. Imam (pemimpin) adalah pengawas dan akan ditanyakan terkait dengan tanggung jawabnya. Dan pria adalah pengawas bagi keluarganya dan akan ditanya terkait dengan tanggung jawabnya. Dan istri adalah pengawas rumah suaminya dan akan ditanya terkait dengan tanggung jawabnya. Pelayan adalah pengawas harta benda majikannya dan akan ditanya padanya terkait dengan tanggung jawabnya’.” (HR. Bukhari dalam kitab Al Jumu’ah fil Qura wal Mudun)

Tanggung Jawab Suami

Laki-laki diciptakan dengan potensi-potensi luar biasa. Mereka diberikan kekuatan untuk memikul tanggungjawab. Apabila dia meminta pada Allah dengan doa yang tulus dan sepenuh hati, maka Allah akan menganugrahinya rumah tangga dengan pemandangan surga. Istri yang tidak mendurhakainya dan anak-anak yang tidak menodai namanya.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka menginfakkan sebagian harta mereka.“ (QS. An-Nisa: 34)

Banyak penyimpangan yang terjadi antara suami dan istri, salah satu penyimpangannya adalah suami-suami takut istri. Hal ini dikarenakan banyak faktor. Istri yang lebih kaya dari suami. Istri yang cantik. Istri yang lebih dari suami. Sehingga faktor-faktor tersebut mempengaruhi kejiwaan suami. Terlebih lagi karena kebodohan suami dalam pemahaman ilmu agama.

Setiap kerajaan pasti punya raja yang memimpin. Raja dalam sebuah keluarga adalah suami. Kuasa tertinggi berada di tangan suami. Suatu kerajaan yang dikatakan makmur adalah yang damai, tenang dan tentram. Perlu diingat bahwa semua itu dapat terwujud jika raja dan rakyatnya saling bekerja sama.

Tanggung Jawab Istri

Tertera di dalam Al Qur-an bahwa kaum laki-laki adalah pemimpin kaum wanita. Sudah seharusnya seorang wanita mentaati suaminya dalam segala hal, kecuali perkara yang mengundang kemurkaan Allah. Saat terucap ijab qabul dan dinyatakan sah, istri sepenuhnya adalah milik suami. Istri adalah pakaian bagi suami.

Mulai dari saat itu, istri telah memiliki tanggung jawab untuk menuruti semua perintah suami tanpa “tapi”. Menutup kenyataan bahwa istri memiliki kekayaan yang lebih darinya, pendidikan lebih tinggi dan lain sebagainya. Tinggalkan keegoisan, keras kepala, keangkuhan, kesombongan yang dulu menguasai saat masih sendiri! Karena sekarang istri telah menjadi satu dengannya.

Raja harus memiliki menteri di sampingnya, berikan kesempatan ini kepada istri. Tugas itu mulia bagi seorang istri karena semua letihnya tidak lain dan tidak bukan menjadi pahala bagi dirinya.

Gampangkan dapat pahala buat istri? Dosa juga gampang didapat para istri. Menolak permintaan suami, meninggikan suara saat bicara dengannya dengan sengaja (lain halnya jika istri memang punya karakter suara yang besar). Berhati-hatilah karena bidadari di surga akan marah, karena tak memperlakukan suami dengan baik!

Amanah Anak-anak

Kerajaan pasti punya rakyat. Rakyat disini yaitu para putra dan putri. Sudah menjadi tugas raja dan menteri untuk menyejahterakan rakyatnya. Kolaborasi raja dan menteri untuk mendidik dan mengajari generasi tersebut. Sehingga kelak menjadi sosok yang memberikan manfaat bagi semua orang.

Urusan mendidik ini bukan perkara mudah, raja dan menteri harus ekstra keras mengupayakan yang terbaik untuk mereka. Terutama mengajarkan mereka tentang tauhid. Mereka harus dikenalkan dengan pencipta dirinya, ayah, ibu dan alam semesta. Mereka harus tahu tentang hal itu. Sehingga mereka akan menyadari bahwa ada yang melindungi dan menjaganya. Menyadari bahwa dia begitu kecil, namun ada Allah bersamanya.

Kenalkan mereka tentang Allah, kemudian kisahkan pada mereka tentang Rasulullah dan perjalanan hidupnya! Generasi terbaik adalah generasi yang hidup bersama dengan Rasulullah. Sehingga akan timbul dalam diri mereka, keinginan menjadi generasi terbaik pula dengan mentaati Allah dan RasulNya, dengan raja dan menteri disampingnya.

Perpaduan unsur-unsur penting tersebut akan melahirkan suatu kesatuan yang mantap jiwa. Kerajaan yang diisi dengan hati yang bersih. Saling mencintai dan menyayangi karena Allah. Aturan kerajaan berdasar pada aturan dari yang Maha Mengatur makhluk. Wallahu a’lam.

(Hunafa’ Ballagho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.